Emitentrust.com – PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) membukukan laba bersih Rp14,05 miliar sepanjang 2025, naik sekitar 17,75% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp11,93 miliar. Peningkatan kinerja ini ditopang oleh lonjakan pendapatan usaha, terutama dari bisnis perdagangan bahan bakar dan penyewaan kompresor gas.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan usaha perseroan melonjak menjadi Rp154,17 miliar pada 2025, naik signifikan sekitar 38,8% dibandingkan 2024 sebesar Rp111,07 miliar.
Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bruto naik menjadi Rp45,95 miliar dari Rp38,57 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara laba usaha tercatat Rp17,56 miliar, meningkat dari Rp14,95 miliar pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban lain-lain dan pajak, laba tahun berjalan tercatat Rp14,05 miliar, sedangkan total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp13,91 miliar.
Dari sisi struktur bisnis, kontribusi terbesar pendapatan berasal dari perdagangan bahan bakar yang mencapai Rp97,36 miliar, diikuti bisnis penyewaan kompresor gasjack sebesar Rp54,41 miliar.
Pada sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp164,93 miliar dari Rp150,78 miliar pada 2024. Ekuitas juga naik menjadi Rp133,43 miliar, sementara total liabilitas tercatat Rp31,49 miliar.
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih Rp22,70 miliar, meningkat dari Rp15,61 miliar pada tahun sebelumnya. Namun kas dan setara kas akhir tahun turun menjadi Rp18,50 miliar dari Rp22,70 miliar akibat belanja investasi yang cukup besar.
Secara rasio keuangan, profitabilitas perseroan juga menunjukkan perbaikan. Rasio laba terhadap total aset naik menjadi 8,44%, sementara laba terhadap ekuitas mencapai 10,43% pada 2025.
Laba per saham perseroan tercatat Rp14,18 per saham, meningkat dari Rp12,16 per saham pada 2024.


