SMCB Mau Garap Bisnis Baru, Sebut Balik Modal 3 Tahun

SMCB Mau Garap Bisnis Baru, Sebut Balik Modal 3 Tahun
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berencana mengaktifkan kegiatan usaha baru berupa perdagangan besar bahan konstruksi dari tanah liat, kapur, semen, atau kaca. Rencana ekspansi tersebut dinilai layak secara finansial dengan potensi nilai bersih saat ini (Net Present Value/NPV) mencapai Rp606,4 miliar
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berencana mengaktifkan kegiatan usaha baru berupa perdagangan besar bahan konstruksi dari tanah liat, kapur, semen, atau kaca. Rencana ekspansi tersebut dinilai layak secara finansial dengan potensi nilai bersih saat ini (Net Present Value/NPV) mencapai Rp606,4 miliar dan tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) sebesar 44,05%.

Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, rencana tersebut mencakup aktivasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 46733, yakni perdagangan besar bahan konstruksi dari tanah liat, kapur, semen, atau kaca.

Studi kelayakan tersebut menggunakan tanggal penilaian 30 Juni 2026 dan disiapkan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait transaksi material dan perubahan kegiatan usaha perusahaan terbuka.

Dalam kajiannya, KJPP menilai rencana aktivasi usaha SMCB layak dijalankan berdasarkan analisis aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, serta keuangan. Kesimpulan ini berlaku sepanjang asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis dapat terpenuhi.

Dari aspek keuangan, rencana usaha tersebut mencatat NPV sebesar Rp606.403 juta atau sekitar Rp606,4 miliar. Sementara itu, IRR mencapai 44,05%, jauh di atas biaya ekuitas (Cost of Equity) sebesar 13,03%.

Selain itu, studi kelayakan menunjukkan indeks profitabilitas (Profitability Index) sebesar 2,58 kali, dengan estimasi periode pengembalian investasi selama 3 tahun 1 bulan.

Menurut laporan tersebut, aktivasi kegiatan usaha ini berpotensi menjaga kesinambungan pendapatan dari bisnis perdagangan bahan konstruksi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya.

Peluang tersebut dapat diperoleh melalui optimalisasi kegiatan pengadaan, penjualan, dan distribusi. Dalam rencana bisnisnya, SMCB akan menggunakan skema maklon bersama mitra produksi.

Dengan skema tersebut, perseroan berencana menjalankan perdagangan bahan konstruksi dengan dukungan mitra produksi. Namun, laporan yang disampaikan belum merinci target pendapatan, nilai investasi awal, nama mitra produksi, maupun jadwal operasional komersial usaha baru tersebut.

KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan juga menyatakan telah bertindak sebagai pihak independen dalam penyusunan studi kelayakan. Hasil kajian tersebut menjadi dasar penilaian bahwa aktivasi KBLI 46733 layak dilaksanakan dari aspek keuangan maupun aspek-aspek lain yang dianalisis.