back to top

Sumber Pendapatan Hilang, Kelangsungan Usaha SMRU Terancam?

EmTrust – PT SMR Utama Tbk (SMRU) melaporkan kejadian material terkait pengakhiran Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara pada anak usahanya, PT Ricobana Abadi (RBA).

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi tertanggal 12 Januari 2026, permohonan pengakhiran kontrak tersebut telah terjadi sejak 9 Januari 2026. Kejadian ini diklasifikasikan sebagai fakta material yang dapat menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan atau penurunan pendapatan emiten secara signifikan.

Manajemen SMRU mengungkapkan bahwa terminasi kontrak ini berdampak langsung pada hilangnya sumber pendapatan Perseroan secara konsolidasi. Hal ini menjadi sangat krusial karena perjanjian jasa penambangan milik PT Ricobana Abadi tersebut merupakan satu-satunya sumber pendapatan yang diandalkan perusahaan saat ini. Dengan hilangnya kontrak tersebut, performa keuangan konsolidasi dipastikan akan mengalami tekanan hebat.

Secara operasional, berakhirnya kerja sama ini mengancam kelangsungan usaha (going concern) emiten mengingat ketiadaan sumber pemasukan lain di luar kontrak tersebut. Meskipun manajemen menyatakan tidak ada dampak hukum yang timbul dari pengakhiran ini, dampak terhadap kegiatan operasional tidak dapat dihindari. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu mangan melalui anak perusahaan ini kini berada dalam posisi yang menantang untuk mempertahankan bisnisnya.

Artikel Terkait

MORA Targetkan 5 Juta Homepass Baru Usai Merger

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic atau IDX:MORA) menyiapkan langkah ekspansi agresif sepanjang 2026 dengan memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional. Setelah resmi menyelesaikan penggabungan usaha, perusahaan

Rugi Hampir Rp23M, FLMC Putuskan Nihil Dividen

PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 setelah Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp22,96 miliar.

Putra Prajogo Pangestu Angkut Saham TPIA di Harga Rp1.860 per Lembar

Wakil Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Baritono Prajogo Pangestu, yang juga salah satu putra dari konglomerat Prajogo Pangestu kembali menambah kepemilikan sahamnya

Populer 7 Hari

Berita Terbaru