back to top

Terserap Rp10,9M, ARNA Resmi Akhiri Buyback Saham

Emitentrust.com – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) resmi menutup pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan dalam kondisi pasar berfluktuasi secara signifikan. Aksi korporasi tersebut telah berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 24 Oktober 2025 hingga 23 Januari 2026.

Penutupan buyback ini disampaikan manajemen ARNA merujuk pada keterbukaan informasi sebelumnya, termasuk surat Perseroan No. 90/ACM/CS/X/2025 serta kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-102/D.04/2025 tertanggal 17 September 2025. Kebijakan tersebut juga mengacu pada POJK No. 13/POJK.04/2023 terkait stabilitas pasar modal di tengah volatilitas tinggi.

Dalam pelaksanaannya, Perseroan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp50 miliar untuk program buyback saham. Namun hingga periode berakhir, dana yang benar-benar terserap tercatat sebesar Rp10,93 miliar, termasuk biaya transaksi dan materai.

Dari sisi volume, ARNA telah mengakumulasi pembelian kembali sebanyak 20.387.900 lembar saham selama periode buyback berlangsung. Jumlah tersebut mencerminkan strategi Perseroan yang tetap selektif dalam memanfaatkan momentum pasar.

Manajemen menegaskan bahwa aksi buyback ini merupakan bagian dari langkah menjaga stabilitas harga saham serta mencerminkan keyakinan Perseroan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.

Dengan berakhirnya periode buyback, ARNA menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada penguatan kinerja operasional dan penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru