back to top

TUGU Umumkan Jadwal Dividen, Yield Menarik!

Emitentrust.com – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp355,53 miliar. Keputusan ini merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 April 2026.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan menetapkan besaran dividen sebesar Rp99,99 per saham. Seluruh dividen tersebut merupakan dividen final, tanpa adanya pembagian dividen interim sebelumnya.

Dengan mengacu pada harga penutupan saham hari ini di level Rp1.245 maka dividend yield TUGU tercatat mencapai sekitar 7,8%

Pembagian dividen ini ditopang oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. TUGU mencatatkan laba bersih sebesar Rp711,06 miliar, dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp6,22 triliun dan total ekuitas sebesar Rp10,17 triliun.

Adapun jadwal pembagian dividen telah ditetapkan, di mana cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 8 Mei 2026, sementara ex dividen pada 11 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 12 Mei 2026 dan ex dividen pada 13 Mei 2026.

Investor yang ingin memperoleh hak dividen harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Sementara itu, pembayaran dividen tunai dijadwalkan akan dilakukan pada 3 Juni 2026.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru