back to top

UNTR Rampungkan Aksi Buyback Saham Senilai Rp1,99 triliun

Emtrust – PT United Tractors Tbk (UNTR) resmi mengumumkan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) Perseroan terhitung sejak tanggal 14 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah anak usaha grup Astra tersebut merealisasikan hampir seluruh anggaran yang dialokasikan untuk memperkuat stabilitas harga saham di pasar.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen UNTR melaporkan telah membeli kembali sebanyak 68.519.800 lembar saham. Total nilai transaksi yang digelontorkan Perseroan mencapai Rp1.999.990.270.702 (satu triliun sembilan ratus sembilan puluh sembilan miliar sembilan ratus sembilan puluh juta dua ratus tujuh puluh ribu tujuh ratus dua Rupiah).

Capaian tersebut mencerminkan penyerapan dana yang sangat masif, mengingat plafon maksimal yang dianggarkan Perseroan adalah sebesar Rp2 triliun. Dengan realisasi tersebut, sisa dana buyback yang dimiliki UNTR saat ini hanya tersisa sebesar Rp9.729.298.

“Dengan mempertimbangkan sisa dana pembelian kembali saham Perseroan saat ini, Perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham,” ujar Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk, Ari Setiyawan, dalam laporan resminya tertanggal 15 Januari 2026.

Sebelumnya, aksi korporasi ini direncanakan berlangsung pada periode 30 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026. Namun, dengan terserapnya dana secara maksimal sebelum masa periode berakhir, Perseroan memilih untuk menutup program tersebut lebih awal.

Manajemen menegaskan bahwa selesainya program buyback ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan Perseroan saat ini. Aksi ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam menjaga kinerja pasar modal di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru