back to top

ZINC Ngebut dari FCA, Manajemen Buka Fakta

Emitentrust.com- Emiten pertambangan logam PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada saham Perseroan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada perdagangan Senin (26/1/2026), saham ZINC tercatat menguat 7,55% atau menyentuh ARA ke level Rp57 per saham. Dalam rentang satu bulan, ZINC melonjak 72%, sementara dalam enam bulan terakhir sahamnya telah terbang 375% dari level Rp12.

Menanggapi pergerakan harga tersebut, manajemen ZINC menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai efek Perseroan maupun keputusan investasi para pemodal.

“Kami tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik,” tegas manajemen ZINC dalam keterbukaan informasi.

Terkait aktivitas pemegang saham tertentu yang turut menjadi perhatian Bursa, manajemen menyampaikan bahwa tidak terdapat pergerakan kepemilikan saham yang signifikan di luar ketentuan yang berlaku. Perseroan juga telah melakukan konfirmasi langsung kepada pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama.

Direktur PT Kapuas Prima Coal Tbk, Hendra Susanto William, menegaskan bahwa hingga saat ini pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait perubahan kepemilikan saham di Perseroan.

Selain itu, ZINC juga memastikan bahwa tidak terdapat rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, setidaknya dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, yang dapat berdampak terhadap status pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.

Melalui klarifikasi ini, manajemen ZINC menegaskan komitmennya terhadap prinsip keterbukaan informasi serta tata kelola perusahaan yang baik di tengah dinamika pergerakan saham yang tinggi.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru