Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini Kamis (13/8) menyoroti pergerakan saham yang dinilai tidak biasa. Kali ini, empat saham sekaligus masuk radar Unusual Market Activity (UMA), yakni PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS), PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO), dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA).
Dari empat saham tersebut, AMMS menjadi satu-satunya saham yang disorot karena penurunan harga, sedangkan CSMI, TMPO, dan SONA masuk radar Bursa karena mengalami peningkatan harga yang tidak biasa.
Setelah masuk radar UMA, saham AMMS stagnan di level Rp392 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham ini turun sekitar 2%. Jika dibandingkan dengan posisi 13 Juli 2026 di level Rp448, saham AMMS telah anjlok sekitar 12,5% dalam sebulan.
Saham CSMI sebelumnya mengalami lonjakan signifikan. Pasca pengumuman UMA, saham CSMI terkoreksi 6,35% ke level Rp118.
Meski terkoreksi, dalam sepekan saham CSMI masih mencatatkan kenaikan sekitar 51,2%. Dalam satu bulan, saham tersebut bahkan telah terbang 55,2%, dari level Rp76 pada 13 Juli 2026.
Saham TMPO juga mengalami koreksi setelah masuk radar UMA. Sahamnya turun 8,08% ke level Rp182.
Namun, secara historis jangka pendek, kenaikannya masih sangat signifikan. Dalam sepekan terakhir TMPO naik sekitar 20,5%, sedangkan dalam satu bulan telah melonjak 78,4% dari level Rp102 pada 13 Juli 2026.
Sementara itu, saham SONA terkoreksi 2,23% ke level Rp3.070 setelah pengumuman UMA. Kendati melemah, saham SONA masih membukukan kenaikan 42,1% dalam sepekan. Dalam sebulan, saham ini telah menguat sekitar 37% dari level Rp2.240 pada 13 Juli 2026.
Pengumuman tersebut diterbitkan BEI secara berurutan melalui Peng-UMA-00241/BEI.WAS/08-2026 hingga Peng-UMA-00244/BEI.WAS/08-2026 dalam rangka perlindungan investor menyusul pergerakan harga saham yang berada di luar kebiasaan.
BEI menegaskan bahwa penetapan UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” demikian disampaikan BEI dalam pengumumannya, Rabu (12/8/2026).
Bursa meminta investor memperhatikan jawaban masing-masing perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi BEI, mencermati kinerja perusahaan serta keterbukaan informasi yang disampaikan.
Investor juga diingatkan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi sebelum mengambil keputusan investasi, terutama setelah terjadi pergerakan harga yang signifikan.


