Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,18% pada perdagangan sesi pertama Kamis (13/8/2026). Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review dan rebalancing indeks, yang turut memicu aksi jual di pasar saham Indonesia.
IHSG terpangkas 75,50 poin ke level 6.298,34 hingga akhir sesi I. Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya IHSG masih berada di level 6.373,84 pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026).
Tekanan semakin kuat karena seluruh 11 indeks sektoral di BEI masuk zona merah. Sektor barang baku menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 2,48%, diikuti sektor kesehatan yang turun 2,18%.
Berikutnya, sektor perindustrian dan energi masing-masing melemah 1,65%, sedangkan sektor barang konsumen non-primer turun 1,27%. Sektor transportasi juga terkoreksi 1,07%, teknologi turun 0,75%, keuangan melemah 0,70%, serta properti dan real estate turun 0,64%.
Sementara itu, sektor barang konsumen primer turun 0,59% dan sektor infrastruktur menjadi sektor dengan penurunan paling tipis, yakni 0,57%.
Dari perdagangan saham, volume transaksi hingga sesi I mencapai 17,50 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,81 triliun. Sebanyak 429 saham melemah, sementara 175 saham menguat dan 183 saham stagnan.
Sejumlah saham masih mampu menguat di tengah tekanan pasar. GGRM naik Rp725 menjadi Rp20.300 per saham, TGKA bertambah Rp290 menjadi Rp5.250, sedangkan AGAR naik Rp245 menjadi Rp1.275 per saham.
Sebaliknya, saham DCII turun Rp1.200 menjadi Rp206.000 per saham. SRAJ melemah Rp550 menjadi Rp12.450 dan PTRO turun Rp325 menjadi Rp5.175 per saham.
Dari sisi frekuensi transaksi, CUAN menjadi saham paling aktif dengan 95.320 kali transaksi senilai Rp1,02 triliun. Berikutnya BAIK sebanyak 43.779 kali senilai Rp85 miliar dan KOTA sebanyak 43.606 kali dengan nilai transaksi Rp173 miliar.
Di jajaran LQ45, ESSA menjadi saham dengan pelemahan terdalam, yakni 7,75% ke Rp655. Disusul MBMA yang turun 5,45% ke Rp520 dan CUAN terkoreksi 4,60% ke Rp830 per saham.
Sementara itu, tiga saham LQ45 yang masih bertahan di zona hijau adalah INDY yang naik 2,42% ke Rp2.540, ISAT menguat 1,63% ke Rp2.500, dan EXCL naik 1,56% ke Rp2.600 per saham.


