Emitentrust.com – PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas transaksi dan harga saham perseroan pada perdagangan 11 Agustus 2026.
Permintaan penjelasan tersebut disampaikan BEI melalui surat Nomor S-10597/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 12 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek BBSS.
BEI mencatat aktivitas perdagangan saham BBSS melonjak tajam. Pada 11 Agustus 2026, volume transaksi mencapai 32.999.200 saham dengan frekuensi 5.143 kali, dibandingkan perdagangan sebelumnya yang hanya mencatat 1.390.800 saham dengan frekuensi 209 kali.
Artinya, volume transaksi BBSS melonjak sekitar 2.273%, sementara frekuensi perdagangan meningkat lebih dari 2.360% dalam satu hari.
Dari sisi harga, saham BBSS ditutup di level Rp101 per saham, naik Rp1 atau 1% dari penutupan sebelumnya di Rp100.
Menanggapi permintaan Bursa tersebut, Direktur Utama BBSS Felix Soesanto memastikan perseroan tidak mengetahui adanya informasi material yang dapat menjadi pemicu pergerakan saham tersebut.
BBSS Bantah Ada Informasi Material
Felix menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan OJK mengenai keterbukaan informasi atau fakta material.
Perseroan juga menegaskan tidak mengetahui adanya informasi material yang dapat memengaruhi harga efek berdasarkan ketentuan BEI mengenai kewajiban penyampaian informasi.
Dengan demikian, BBSS tidak mengaitkan lonjakan aktivitas transaksi pada 11 Agustus dengan adanya informasi material yang belum disampaikan kepada publik.
Bursa juga menanyakan apakah manajemen mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4/POJK.04/2024 tentang laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Manajemen BBSS kembali menjawab tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang berkaitan dengan pergerakan saham perseroan.
BBSS juga menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa, setidaknya dalam tiga bulan mendatang.
Terkait rencana pemegang saham utama dan pengendali, perseroan menyampaikan bahwa pemegang saham utama dan pengendali berencana tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya sekaligus status pengendalian di BBSS.
Manajemen juga memastikan hingga saat ini tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan.


