back to top

IHSG Sesi I Naik Tipis, Transportasi Ngebut, Konsumer Ambruk

EmTrus – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan sesi pertama, meski penguatannya terbilang sangat tipis. Hingga Kamis (18/12/2025) pukul 12.00 WIB, IHSG menguat 0,964 poin atau 0,01% ke level 8.678,309.

Pergerakan IHSG ditopang oleh kinerja positif sejumlah indeks sektoral. Sektor Transportasi dan Logistik tampil sebagai penopang utama setelah melonjak 0,58% dan menjadi sektor dengan penguatan terbesar hingga sesi I berakhir.Sektor Keuangan turut menguat 0,47%, disusul Sektor Barang Konsumen Primer yang naik 0,19%.

Namun, penguatan pasar tertahan oleh tekanan jual di sejumlah sektor lainnya.Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi pemberat terbesar IHSG setelah terjun bebas 2,16%. Tekanan juga datang dari Sektor Energi yang turun 1,05% serta Sektor Teknologi yang melemah 0,7%.

Tak hanya itu, Sektor Perindustrian terkoreksi 0,58%, Sektor Properti dan Real Estate turun 0,39%, Sektor Infrastruktur melemah 0,3%, Sektor Barang Baku terkikis 0,2%, sementara Sektor Kesehatan terpantau turun tipis.Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi mencapai 20,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,35 triliun.

Sebanyak 294 saham mencatat kenaikan harga, 364 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Di jajaran saham penguat, DSSA melonjak Rp2.475 ke level Rp108.775 per saham. UNTR naik Rp400 menjadi Rp28.450 per saham, sementara MKPI menguat Rp300 ke posisi Rp24.375 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual membebani MLPT yang anjlok Rp2.575 ke Rp61.225 per saham. CTBN turun Rp550 menjadi Rp5.750 per saham, sedangkan FILM melemah Rp875 ke level Rp8.050 per saham.

Untuk saham teraktif, PIPA memimpin dengan frekuensi transaksi 78.805 kali senilai Rp263 miliar. Disusul BUMI yang diperdagangkan 70.406 kali dengan nilai Rp568 miliar, serta PADI sebanyak 48.054 kali senilai Rp111 miliar.

Pada indeks LQ45, saham-saham tambang mendominasi penguatan. Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 5,36%, Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 4,68%, dan Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) menguat 2,8%.Sementara itu, deretan top losers LQ45 ditempati Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 3,44%, Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 3,25%, serta Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang terkoreksi 2,93%.

Artikel Terkait

Maybank (BNII) Tegaskan Transaksi Afiliasi Sudah Sesuai Aturan OJK

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menyampaikan keterbukaan informasi terkait transaksi afiliasi berupa pembayaran biaya layanan Regional Security Operation Center (RSOC) Splunk kepada entitas afiliasinya, Maybank Shared Services Sdn.

BEI Tegur Emiten Folago Global Nusantara (IRSX), Terkait Ini

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) terkait sejumlah aspek keterbukaan informasi, transaksi afiliasi, rencana penambahan kegiatan usaha, laporan keuangan, hingga pelaksanaan

BEI Ingatkan Batas Akhir Perdagangan HMETD PADI-R Jatuh pada 27 Juli 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan investor bahwa masa perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) milik PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (IDX: PADI) dengan kode PADI-R akan berakhir pada 27 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru