back to top

Danantara Suntik Modal BTN (BBTN) Rp2T, Kenapa?

EmTrust – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengumumkan transaksi afiliasi berupa Pinjaman Pemegang Saham (shareholder loan) senilai Rp2 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) atau PT DAM.

Transaksi tersebut dituangkan dalam Akta Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham Subordinasi No. 39 tertanggal 23 Desember 2025. Pinjaman ini bersifat perpetual atau tidak memiliki jatuh tempo, dilengkapi fitur opsi beli (call option), dan diklasifikasikan sebagai modal inti tambahan (Additional Tier 1/AT1) BTN.

Manajemen menjelaskan, transaksi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mendukung ekspansi bisnis ke depan. Shareholder loan tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum sebagaimana terakhir diubah dengan POJK No. 27 Tahun 2022.

BTN menegaskan transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena Perseroan dan PT DAM memiliki kesamaan pengendali, yakni Negara Republik Indonesia, serta PT DAM merupakan pemegang saham utama BTN dengan kepemilikan 60% saham Seri B.

Meski demikian, manajemen memastikan transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan dan bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 dan POJK No. 17/POJK.04/2020.

Untuk memastikan kewajaran transaksi, BTN telah menunjuk KJPP Ihot, Dollar & Raymond sebagai penilai independen. Berdasarkan laporan fairness opinion tertanggal 19 Desember 2025, rencana transaksi dinyatakan wajar setelah mempertimbangkan analisis kualitatif dan kuantitatif, termasuk dampaknya terhadap keuangan, likuiditas, dan permodalan Perseroan.

Direksi dan Dewan Komisaris BTN juga menyatakan seluruh prosedur transaksi afiliasi telah dipenuhi serta seluruh informasi material telah diungkapkan secara lengkap dan tidak menyesatkan.

Artikel Terkait

AXIO Tetapkan Cum Date Dividen Rp23,3M, Sahamnya Naik 2,9%

PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp23,36 miliar dari laba bersih tahun buku 2025, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026.

Direktur BFIN Tambah Koleksi Saham Saat Harga Rp690 per Lembar

Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), Iwan, menambah kepemilikan sahamnya di Perseroan melalui transaksi pembelian saham yang dilakukan pada 29 Mei 2026.

Saham RLCO Diborong Lagi Rp69,1M Saat Harga Tinggi

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyampaikan bahwa Samuel Sekuritas Indonesia telah menambah kepemilikan saham pada 20 April 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru