EmTrust – Salah satu pelaku utama industri makanan dan minuman (mamin) asal Korea Selatan, Daesang Group, disebut tertarik untuk dapat mengakuisisi saham PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF).
Ketertarikan tersebut seiring ambisi pihak Daesang yang ingin memaksimalkan ekspansinya bisnisnya di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Sebelumnya, Daesang Group diketahui telah mendirikan anak usahanya untuk pasar Indonesia dengan nama PT Daesang Agung Indonesia, serta memperkuat distribusi produk makanan dan bumbu dengan berinvestasi di MI-WON dan MamaSuka.
Dengan juga mengincar kepemilikan saham BEEF, Daesang Group dapat memperluas platform makanan terintegrasi, terutama dengan keterlibatan Estika Tata dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang notabene merupakan program pemerintah, sehingga dinilai memiliki risiko yang relatif minim, namun menyimpan potensi yang sangat menjanjikan.
Hal ini juga tak lepas dari pasar Indonesia yang memiliki populasi sangat besar, dengan kebutuhan protein yang juga terus meningkat, sehingga menjadi magnet bagi pemain global seperti Daesang Group.
Sebelumnya, Manajemen BEEF juga secara terbuka telah menyatakan bahwa MBG bukan hanya peluang jangka pendek, namun fondasi pertumbuhan pendapatan berulang (recurring demand) ke depan.
“Seiring perluasan cakupan MBG secara nasional, kapasitas produksi dan distribusi BEEF diproyeksikan ikut meningkat, memperkuat posisi perseroan sebagai pemain kunci protein nasional,” tulis manajemen BEEF, dalam keterangan resminya, pekan lalu.
Tak berhenti di MBG, BEEF juga tengah mengembangkan lini usaha baru seperti sapi perah, produk susu, cold storage, serta perdagangan ternak hidup, yang memperluas rantai nilai dari hulu ke hilir.
Langkah ini dinilai pasar sebagai sinyal kuat bahwa BEEF sedang membangun platform protein terintegrasi, bukan sekadar produsen daging konvensional.
Strategi tersebut selaras dengan model bisnis grup global seperti Daesang, yang unggul dalam pengolahan pangan bernilai tambah, efisiensi rantai pasok, dan distribusi lintas negara.
Dalam kacamata industri, sinergi antara pemain lokal dengan market access kuat dan korporasi global dengan kapabilitas teknologi dan manajemen kerap diwujudkan melalui akuisisi strategis atau pengambilalihan saham signifikan.
(tantra deepa rastafari)


