back to top

ASSA Incar Cuan dari Digitalisasi Logistik, Garap Bisnis Software, Data, dan IoT

Emitentrust.com – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bersiap memperluas lini bisnisnya ke sektor teknologi transportasi dan logistik melalui pengembangan layanan Transportation Management System (TMS). Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi pengelolaan transportasi di Indonesia.

Dalam keterangannya Direktur ASSA Jerry Fandy Tunjungan mengungkapkan rencana penambahan sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru untuk mendukung pengembangan bisnis TMS. Penambahan kegiatan usaha tersebut dinilai sebagai perubahan kegiatan usaha sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2020.

” Adapun KBLI yang akan ditambahkan meliputi Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya, Aktivitas Penerbitan Perangkat Lunak (Software), Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (IoT), serta Aktivitas Jasa Sistem Komunikasi Data, tulis Jerry pada Jumat (6/12).

Jerry menilai bisnis TMS memiliki prospek yang menjanjikan di tengah pertumbuhan industri transportasi dan logistik nasional. Meningkatnya kebutuhan efisiensi distribusi, digitalisasi rantai pasok, serta masih rendahnya tingkat adopsi sistem manajemen transportasi terintegrasi menjadi peluang besar bagi pengembangan platform tersebut.

Berdasarkan studi kelayakan independen yang telah direvisi sesuai tanggapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana pengembangan bisnis TMS dinyatakan layak dari berbagai aspek, mulai dari pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen hingga keuangan.

Dari sisi pasar, ASSA dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena telah memiliki pengalaman panjang di sektor transportasi dan logistik, basis pelanggan yang luas, serta ekosistem bisnis yang mendukung. Target pasar TMS mencakup perusahaan logistik dan ekspedisi, distributor FMCG dan cold chain, sektor pertambangan dan konstruksi, pelaku usaha dengan armada operasional, hingga instansi pemerintah dan BUMN.

Secara teknis, platform TMS yang dikembangkan akan mengadopsi arsitektur berbasis API-first dan teknologi cloud. Sistem tersebut dirancang terintegrasi dengan berbagai solusi pendukung seperti Order Management System (OMS) dan Warehouse Management System (WMS), sehingga mampu mendukung pengelolaan transportasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Selain menawarkan layanan perangkat lunak berbasis langganan, ASSA juga berencana menghadirkan layanan Control Tower Operation dan Business Process Outsourcing (BPO) guna memberikan solusi operasional yang lebih komprehensif bagi pelanggan.

Dari aspek keuangan, pengembangan bisnis baru ini membutuhkan investasi sekitar Rp5,12 miliar. Seluruh kebutuhan pendanaan akan dipenuhi menggunakan dana internal Perseroan tanpa tambahan pembiayaan eksternal.

Penilai independen menyimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha tersebut layak dijalankan dan berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ASSA di tengah transformasi digital industri transportasi dan logistik nasional.

Melalui ekspansi ini, ASSA tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain transportasi dan logistik, tetapi juga mulai bertransformasi menjadi penyedia solusi teknologi yang mendukung efisiensi dan digitalisasi rantai pasok di Indonesia.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Rabu ini Turun Rp12.000 per Gram

Emitentrust.com - Harga emas Aneka Tambang pada Rabu ini...

TRON Jadi Untung Rp276 Juta di Semester I-2026

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp276,55 juta pada semester I-2026

Disorot BEI, ADHI Jelaskan Kondisi Proyek dan Keuangan ADCP

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan mengenai proyek LRT City milik anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru