EmTrust – PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Desember 2025. Rapat tersebut dinyatakan sah dan memenuhi kuorum karena dihadiri pemegang saham yang mewakili 5.262.704.808 saham atau setara 92,53% dari total saham dengan hak suara yang sah.
Manajemen VRNA dalam keterangan tertulis Senin (29/12) menyampaikan bahwa RUPSLB menyetujui sejumlah agenda penting, termasuk perubahan susunan pengurus Perseroan.
Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Mohammad Syahrial dari jabatannya sebagai Komisaris Independen. Selain itu, rapat juga menerima pengunduran diri Konosuke Mizuta dari jabatannya sebagai Direktur Utama, disertai ucapan terima kasih atas kontribusi dan dedikasinya selama menjabat.
RUPSLB selanjutnya menyetujui pengangkatan Fransisca Yuliana Gunawan sebagai Direktur Perseroan, yang telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-273/PL.02/2025. Selain itu, rapat juga menyetujui pengangkatan Ryuji Tarumi sebagai Direktur Perseroan, yang telah mendapatkan persetujuan dari OJK.
Dengan keputusan tersebut, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB hingga penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2027 yang akan diselenggarakan pada 2028, susunan pengurus PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Yasuo Imaizumi – Komisaris Utama
Bhindawati Gunawan – Komisaris
Dani Hamdani – Komisaris Independen
Direksi
Takeshi Kurioka – Direktur Utama*
Andi Harjono – Direktur
Yudi Gustiawan – Direktur
Kenjiro Sawada – Direktur
Fransisca Yuliana Gunawan – Direktur
Ryuji Tarumi – Direktur
Manajemen menambahkan bahwa pengangkatan Takeshi Kurioka sebagai Direktur Utama akan berlaku efektif setelah diterbitkannya Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dari instansi yang berwenang.
Pada perdagangan Selasa (30/12), saham VRNA stagnan ke level Rp89 per saham. Dalam sepekan naik 1,14 persen dari harga Rp88 pada 22 Desember 2025.
Dalam sebulan terakhir, naik 3,4 persen dari level Rp86 pada awal Desember 2025. Sedangkan dalam enam bulan terbang 21,92 persen dari harga Rp73 pada 30 Juni 2025.


