back to top

Emiten Prajogo (TPIA) Bakal Rombak Direksi dan Komisaris Lewat RUPSLB Bulan Ini

EmTrust – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi memanggil para pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada Senin, 26 Januari 2026.

Berdasarkan keterangan resmi manajemen pada Jumat 2 Januari 2026 disebutkan RUPSLB akan berlangsung di Wisma Barito Pacific, Tower B, Lantai M, Jalan Letjen S. Parman Kav. 62–63, Jakarta Barat, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Manajemen menjelaskan bahwa agenda utama rapat adalah persetujuan perubahan jajaran Direksi dan/atau Dewan Komisaris, sesuai dengan usulan dari pemegang saham Perseroan.

Perubahan ini menjadi langkah strategis yang dinilai penting dalam memperkuat tata kelola dan arah bisnis Chandra Asri ke depan.

Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB ini adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 30 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, termasuk pemegang saham dalam subrekening efek KSEI pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal yang sama.

Manajemen menegaskan tidak akan mengirimkan undangan terpisah. Pemanggilan ini berlaku sebagai undangan resmi bagi seluruh pemegang saham.

Seiring perkembangan digitalisasi pasar modal, Chandra Asri juga memberikan kemudahan bagi pemegang saham untuk menggunakan kuasa elektronik (e-Proxy) melalui sistem eASY.KSEI yang dikelola oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pemberian kuasa dapat dilakukan kepada karyawan PT Raya Saham Registra (Registra) melalui tautan resmi KSEI.

Bagi pemegang saham yang tidak dapat menggunakan e-Proxy, Perseroan tetap menyediakan opsi surat kuasa fisik yang dapat diunduh melalui situs resmi Perseroan hingga hari pelaksanaan rapat.

Manajemen menegaskan bahwa Direksi, Dewan Komisaris, maupun karyawan Perseroan tidak diperkenankan bertindak sebagai kuasa pemegang saham dalam rapat tersebut.

Sebagai informasi Chandra Asri sebelumnya pernah menggelar RUPST pada Rabu (11/6/2025), mengangkat Nongnapat Saisuthi, lalu Wittaya Guntawang, Ronald Sihombing, dan Hamim Thohari.

Mereka menggantikan direksi lama yang mengundurkan diri yaitu Sarayuth Vorapruekjaru, Petch Niyomsen, Jirathpol Sunsap, Anawat Chansaksoong, Phuping Taweesarp, dan Boedijono Hadipoespito.

Bukan hanya dari jajaran direksi, RUPST Chandra Asri juga menerima pengunduran diri dari jajaran komisaris yaitu Chantanida Sarigaphuti dan Suracha Udomsak.

Pada perdagangan awal tahun 2026 saham TPIA naik 1,79 persen ke level Rp7.125 per lembar.

Dalam sebulan terakhir TPIA turun 6,5 persen dari harga Rp7.625 pada 4 Desember 2025.

Dalam 6 bulan drop 27 persen dari harga Rp9.775 pada 7 Juli 2025.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru