back to top

Direksi AYAM Beli 35 Juta Saham di Tengah Reli Harga

EmTrust – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (IDX: AYAM) menyampaikan keterbukaan informasi terkait perubahan kepemilikan saham oleh salah satu anggota Direksi, Fadhl Muhammad Firdaus. Informasi tersebut disampaikan kepada publik sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal.

Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 24 Desember 2025, Fadhl Muhammad Firdaus melaporkan telah melakukan pembelian saham Perseroan pada 23 Desember 2025. Transaksi tersebut merupakan keputusan investasi pribadi dengan tujuan kepemilikan jangka panjang.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Fadhl membeli sebanyak 35.266.000 saham biasa AYAM dengan harga transaksi Rp390 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp13,75 miliar. Transaksi dilakukan secara langsung dan tidak terkait dengan skema pembiayaan maupun perjanjian pembelian kembali (buyback).

Sebelum transaksi, Fadhl tercatat memiliki 32.000.000 saham atau setara 0,80 persen dari total saham dengan hak suara Perseroan. Setelah pembelian tersebut, kepemilikannya meningkat menjadi 67.266.000 saham, sehingga porsi kepemilikan dan hak suara naik menjadi 1,68 persen.

Dalam laporannya, Fadhl menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan pemegang saham pengendali Perseroan.

Sepanjang tahun 2025, saham AYAM mencatatkan kinerja yang signifikan dengan kenaikan mencapai 204,23 persen. Saham ini ditutup pada level 432 di akhir tahun 2025, dari posisi awal tahun di level 142 per saham. Adapun harga tertinggi saham AYAM sepanjang 2025 tercatat di level 470 pada perdagangan 18 Desember 2025.

Memasuki hari pertama perdagangan tahun 2026, Jumat (2/1), saham AYAM masih melanjutkan penguatan tipis sebesar 0,46 persen dan bergerak di level 343 per saham.

Perseroan menyampaikan bahwa keterbukaan informasi ini telah dilakukan sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka. Manajemen menegaskan komitmen untuk terus menjaga transparansi dan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sepanjang 2025, saham AYAM terpantau aktif diperdagangkan di tengah dinamika pasar modal nasional. Meski sempat mengalami fluktuasi seiring sentimen sektor dan kondisi pasar, minat transaksi—khususnya dari investor ritel—tetap terjaga.

Aksi pembelian saham oleh jajaran Direksi menjelang akhir tahun dinilai pelaku pasar sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja Perseroan ke depan. Langkah tersebut juga kerap dipandang sebagai bentuk penyelarasan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham publik.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan kinerja fundamental serta strategi bisnis Perseroan guna menilai keberlanjutan pergerakan saham AYAM pada tahun mendatang.

Artikel Terkait

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Sebut Masih Simpan 6,7 Juta Saham Hasil Buyback

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melaporkan bahwa belum melakukan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback/treasury stock) hingga periode 30 Juni 2026.

Harga Emas Antam Kamis ini Turun Rp8.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Selasa ini (7/7) turun Rp15.000 per gram ini sedangkan harga buyback juga turun Rp15.000 per gram.

MMIX Gandeng Hermina, Bidik Pasokan Alkes ke 52 Rumah Sakit

PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Koperasi Konsumen Karyawan Hermina (KOKARMINA) sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama dalam penyediaan alat kesehatan dan produk personal care

Populer 7 Hari

Berita Terbaru