back to top

IHSG Ngebut di Sesi I, Naik 0,65 Persen ke Level 8.804

EmTrust – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa pada perdagangan awal tahun 2026. Hingga penutupan sesi I Senin (5/1/2026), IHSG melonjak 56,71 poin atau 0,65% ke level 8.804,84.

Penguatan indeks didorong oleh solidnya kinerja mayoritas sektor. Tercatat sembilan indeks sektoral menguat, sementara hanya dua sektor yang masih tertahan di zona merah.

Sektor transportasi memimpin penguatan dengan lonjakan 3,22%, disusul sektor energi yang naik 2,12%, serta sektor barang baku yang menguat 1,67%. Ketiga sektor tersebut menjadi motor utama reli IHSG di sesi pertama perdagangan.

Di sisi lain, tekanan datang dari sektor teknologi yang terkoreksi 1,39%, serta sektor barang konsumen non-siklikal yang melemah tipis 0,21%.

Aktivitas transaksi saham terpantau ramai. Hingga sesi I, volume perdagangan mencapai 40,55 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,58 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 362 saham menguat, 302 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Sejumlah saham mencuri perhatian dengan lonjakan harga signifikan. MLPT melesat Rp2.750 ke level Rp65.000 per saham, POLU melonjak Rp3.000 ke Rp24.550, sementara BYAN menguat Rp1.100 ke Rp17.450 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual membebani saham-saham tertentu. DCII terkoreksi Rp12.250 ke Rp207.750 per saham, DSSA turun Rp2.300 ke Rp96.125, serta SINI melemah Rp600 ke Rp14.500 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, BUMI menjadi saham teraktif dengan 363.062 kali transaksi senilai Rp4,81 triliun, disusul DEWA sebanyak 123.534 kali transaksi senilai Rp1,27 triliun, serta BULL dengan 84.921 kali transaksi senilai Rp422 miliar.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin oleh Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melesat 10%, diikuti Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 5,66%, serta Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 3,12%.

Sementara itu, saham LQ45 yang berada di zona merah antara lain Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang turun 4,14%, Indosat Tbk (ISAT) melemah 3,39%, serta Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi 2,36%.

Artikel Terkait

JELI Diserbu! IPO Oversubscribe 273,37 Kali

PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman pemilik merek INACO, mencatatkan antusiasme investor yang sangat tinggi dalam penawaran umum perdana saham (IPO).

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru