Emitentrust.com – PT Indofarma Tbk (INAF) menyampaikan sinyal kebangkitan setelah lama tertekan suspensi perdagangan saham. Emiten farmasi pelat merah ini mengumumkan perkembangan positif dalam rencana pemulihan kondisi usaha, yang kini mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan.
Dalam keterangannya pada Rabu (7/1), manajemen INAF menegaskan bahwa fokus pemulihan diarahkan pada penataan kinerja operasional, proses bisnis yang lebih selektif, serta pengendalian biaya secara ketat. Hasilnya mulai terlihat hingga Triwulan III 2025, di mana perseroan mencatat penurunan rasio beban usaha terhadap penjualan, sekaligus mengecilnya rasio rugi usaha.
Tak berhenti sampai di situ, INAF memastikan proses restrukturisasi akan dilanjutkan sepanjang 2026. Perseroan berencana menyeimbangkan kembali portofolio bisnis dengan memperkuat kontribusi produk farmasi, mengembangkan produk yang lebih kompetitif, serta mendorong kinerja ekspor agar tidak hanya bergantung pada pasar domestik.
Manajemen juga menyoroti penerapan lean manufacturing sebagai kunci efisiensi. Langkah ini mencakup penataan proses produksi dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk menekan biaya pabrikasi, hingga efisiensi operasional secara menyeluruh di seluruh lini usaha.
Dari sisi tata kelola, Indofarma menegaskan seluruh langkah pemulihan dilakukan dengan menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG). Penguatan pengendalian internal, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi diklaim menjadi fondasi agar pemulihan tidak menimbulkan risiko hukum di kemudian hari.
Secara operasional, program pemulihan disebut berhasil meningkatkan efisiensi dan optimalisasi proses produksi. Sementara dari sisi keuangan, penataan portofolio bisnis dan pengendalian biaya mulai memperbaiki indikator kinerja keuangan secara bertahap, meski perseroan masih berada dalam fase pemulihan.


