back to top

Bos GULA Jual Lagi 26,3 Juta Saham di Harga Atas

Emitentrust.com- PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menyampaikan bahwa Andreas Utomo selaku Direktur Utama, tercatat melakukan aksi divestasi saham pada 13 Januari 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham pada 15 Januari 2025, Andreas Utomo yang menjabat sebagai Direktur GULA, telah menjual saham GULA sebanyak 26.320.000 lembar setara dengan 2,46 persen kepemilikan pada 13 Januari 2026.

Transaksi penjualan saham tersebut dilakukan pada harga Rp380 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp10 miliar.

Sebelumnya Andreas Utomo selaku Direktur utama GULA telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 12 Januari 2026 sebanyak 20.000.000 lembar saham GULA di harga Rp306-Rp312 per saham.

” Transaksi ini merupakan penjualan tidak langsung dengan tujuan divestasi,” tulis manajemen GULA.

Pasca transaksi tersebut, kepemilikan saham Andreas Utomo di GULA mengalami penurunan cukup besar, Sebelum transaksi memilik sebanyak 75.876.400 saham atau 7,09% dan Setelah transaksi tersisa 49.556.400 saham atau 4,63%

Dengan demikian, kepemilikan saham Andreas Utomo berkurang 2,46 poin persentase.

Pada perdagangan hari ini Kamis (15/1) saham GULA turun 0,54 persen ke level Rp370 per saham. Dalam sepekan terakhir naik 28,4 persen dari harga Rp288 pada 9 Januari 2026.

Artikel Terkait

Pakuwon Jati (PWON) Jadwalkan Dividen Tunai Rp626M, Cum 22 Juni

Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

MORA Targetkan 5 Juta Homepass Baru Usai Merger

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic atau IDX:MORA) menyiapkan langkah ekspansi agresif sepanjang 2026 dengan memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional. Setelah resmi menyelesaikan penggabungan usaha, perusahaan

Rugi Hampir Rp23M, FLMC Putuskan Nihil Dividen

PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 setelah Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp22,96 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru