Emitentrust.com – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menegaskan optimisme terhadap prospek bisnis digital perseroan dengan memaparkan kinerja positif sepanjang kuartal I 2026 dalam ajang Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia bersama Self-Regulatory Organization (SRO).
Bank digital anggota BRI Group tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis digital yang semakin kuat, tercermin dari peningkatan Net Interest Margin (NIM) menjadi 5,78%, naik 91 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87%.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi transformasi digital yang dijalankan perseroan secara konsisten.
“Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas. Kami optimistis bisnis digital masih memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan,” ujar Bagus dalam paparan publik, Selasa (9/6/2026).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit digital Bank Raya mencapai Rp8,14 triliun atau tumbuh 29% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara outstanding kredit digital meningkat 33,1% menjadi Rp3,14 triliun.
Salah satu motor utama pertumbuhan berasal dari produk unggulan Pinang Dana Talangan. Hingga kuartal I 2026, Bank Raya telah menyalurkan fasilitas tersebut sebesar Rp7,25 triliun atau meningkat 33,4% yoy. Outstanding Pinang Dana Talangan tercatat mencapai Rp1,15 triliun atau melonjak 63% yoy yang telah dimanfaatkan sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, DPK Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun, ditopang pertumbuhan dana murah (CASA) yang meningkat 30,2% menjadi Rp3 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari simpanan digital yang melonjak 63,9% secara tahunan menjadi Rp2,30 triliun. Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan digital Bank Raya di tengah masyarakat.
Perseroan juga mencatat kondisi likuiditas dan permodalan yang sangat kuat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 81,64%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 442,55%, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 164,71%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 41,80% per Maret 2026, memberikan ruang yang memadai bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis digital ke depan.
Dalam strategi pengembangan bisnis, Bank Raya akan mengombinasikan pendekatan eksploitasi dan eksplorasi. Melalui sinergi dengan BRI Group, perseroan akan mengoptimalkan peluang bisnis yang ada di dalam ekosistem grup. Di sisi lain, Bank Raya juga akan memperluas pasar melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di luar ekosistem BRI.
Hingga akhir Maret 2026, aplikasi Raya telah memiliki lebih dari 100 fitur digital dan digunakan oleh lebih dari satu juta nasabah. Perseroan juga menyiapkan sejumlah inovasi baru untuk memperluas basis pengguna sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam mengelola keuangan secara digital.
Manajemen optimistis kombinasi inovasi produk, pertumbuhan kredit digital, penghimpunan dana murah, serta dukungan modal yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan sepanjang 2026.


