back to top

Ditelisik BEI, SPRE Beberkan soal Kondisi Bisnis 2026

Emitentrust.com -PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) memberikan klarifikasi resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan penjelasan atas kondisi bisnis, kinerja, serta potensi faktor material yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan ke depan.

Menanggapi surat BEI, Direktur Utama SPRE Rizet Ramawi, dalam keterangannya pada Jumat (23/1/2026), menegaskan bahwa tidak terdapat perolehan kontrak baru, sumber pendapatan baru yang signifikan, maupun transaksi material lainnya setelah laporan keuangan terakhir yang telah disampaikan ke publik.

“Berdasarkan penelaahan internal Perseroan, tidak terdapat kontrak baru atau transaksi material yang belum diungkapkan kepada publik,” jelas Rizet.

Dari sisi operasional, manajemen memastikan bahwa kegiatan usaha Perseroan berjalan normal sesuai dengan Anggaran Dasar dan rencana kerja yang telah ditetapkan. Tidak terdapat perubahan signifikan dalam aktivitas bisnis SPRE hingga saat ini.

Terkait strategi bisnis sepanjang tahun 2026, Perseroan menyatakan akan berfokus pada keberlanjutan operasional serta peningkatan kinerja keuangan, tanpa rencana ekspansi bisnis baru dalam waktu dekat.

SPRE juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus mencermati perkembangan faktor makroekonomi dan kondisi industri, termasuk tantangan global seperti fluktuasi nilai tukar dan tekanan inflasi yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Dari sisi industri, sektor tekstil dan produk tekstil rumah tangga masih dihadapkan pada persaingan ketat serta fluktuasi harga bahan baku. Meski demikian, permintaan produk tekstil rumah tangga dinilai tetap terjaga seiring kebutuhan masyarakat.

Manajemen menegaskan bahwa persaingan usaha masih kompetitif, baik dari pemain domestik maupun produk impor. Namun hingga saat ini, tidak terdapat pergeseran pangsa pasar yang signifikan, dan posisi Perseroan dinilai relatif stabil.

Lebih lanjut, SPRE memastikan bahwa tidak terdapat perkara hukum material yang sedang dihadapi Perseroan, anak usaha, maupun jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang belum diungkapkan kepada publik.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru