Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-01814/BEI.PP3/02-2026 pada tanggal 05
Februari 2026 meminta penjelasan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)
atas volatilitas transaksi efek, terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui surat tanggapan bernomor 008/MML-Corsec/II/2026, manajemen emiten Milik Moris Morris Capital Indonesia tersebut menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material tersembunyi yang dapat mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi publik.
“Seluruh informasi material telah dan selalu diungkapkan sesuai ketentuan OJK dan BEI,” tegas manajemen dalam menjawab surat BEI pada Selasa (10/2).
Menanggapi dugaan adanya informasi tersembunyi (insider information), PIPA secara eksplisit menyatakan bahwa tidak ada fakta material baru yang belum diumumkan ke publik dan tidak ada aktivitas transaksi mencurigakan dari pemegang saham tertentu di luar ketentuan yang berlaku
Menurut Perseroan, pergerakan harga dan volume saham PIPA murni terjadi karena mekanisme pasar yang wajar (normal market activity).
Namun demikian, manajemen mengakui bahwa perhatian investor saat ini masih tertuju pada aksi korporasi besar yang melibatkan pemegang saham pengendali.
Pemegang saham pengendali, PT Morris Capital Indonesia (MCI), saat ini tengah menjalankan Penawaran Tender Wajib untuk membeli sebanyak 1,71 miliar lembar saham setara 50,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp54,47 per saham.
Langkah tersebut dilakukan pasca pengambilalihan saham PIPA oleh MCI pada Oktober 2025 dan bertujuan, memberikan opsi exit bagi pemegang saham publik. Memperkuat kendali MCI guna mendukung transformasi bisnis Perseroan
Menjawab spekulasi pasar, MCI menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan status PIPA sebagai perusahaan terbuka. Menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Mematuhi seluruh aturan keterbukaan informasi pasar modal
“ Tender wajib ini telah berlangsung sejak 23 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026,” papar manajemen.
Selain itu, manajemen memastikan tidak ada rencana aksi korporasi besar dalam 3 bulan ke depan yang berpotensi mempengaruhi pencatatan saham di BEI.
Seperti diketahui saham PIPA mengalami penurunan cukup tajam pasca OJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif dan perintah tertulis kepada PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) beserta pihak-pihak terkait atas kesalahan penyajian Laporan Keuangan Tahunan (LKT) per 31 Desember 2023. Penetapan sanksi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya OJK menegakkan disiplin pasar modal dan menjaga kepercayaan publik.
OJK mengenakan denda sebesar Rp1,85 miliar kepada PIPA atas pengakuan aset yang berasal dari penggunaan dana hasil IPO tanpa didukung bukti transaksi yang memadai.
Tindakan tersebut dinilai melanggar Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, serta ketentuan terkait penyajian laporan keuangan emiten.
Tak hanya kepada perseroan, OJK juga menjatuhkan denda tanggung renteng sebesar Rp3,36 miliar kepada jajaran Direksi PIPA periode 2023, yakni Junaedi, Imanuel Kevin Mayola, Hendri Saputra, dan Airlangga. Keempatnya dinilai bertanggung jawab atas kesalahan penyajian laporan keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 jo. Pasal 5 POJK Nomor 75/POJK.04/2017 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan.
Lebih jauh, Direktur Utama PIPA saat itu, Junaedi, juga dikenai perintah tertulis berupa larangan melakukan kegiatan di sektor pasar modal selama lima tahun.
Pasca pengumuman sanksi OJK tersebut saham PIPA secara beruntun 3 hari berturut turut anjlok hingga auto rejection bawah (ARB).
Sebagai informasi PT Morris Capital Indonesia (MCI) adalah perusahaan investasi dan pendanaan yang berbasis di Indonesia.
MCI dipimpin oleh:, CEO & Co-Founder: Noprian Fadli.
Presiden Komisaris: Nicolas Sahrial Rasjid.
Fokus Bisnis MCI Investasi, pendanaan, serta merger & akuisisi, khususnya di sektor infrastruktur, properti, dan minyak & gas.
PT Multi Makmur Lemindo (PIPA) didirikan pada Juni 2005. Awalnya perusahaan ini memproduksi lem PVC dan PVAc dengan merek INTRPLAS saja. Kini, perusahaan juga memproduksi pipa PVC (Supernova, Asiavin, dan Intralon), tangki air PVC (Bahana), ember cor (Daichi, Intra-153), dan tangki air.
Sementara PIPA mencatatkan sahamnya di BEI (IPO) pada 10 April 2023 sebanyak 925.000.000 Saham, atau 27,01% dari modal disetor penuh pada harga perdana Rp105 per saham.
Dana yang diraup dari IPO tersebut sebesar Rp97.125.000.000 dan bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Shinhan Sekuritas Indonesia.


