back to top

SOTS Batalkan RUPSLB & Tunda Rights Issue, Ini Alasannya

Emitentrust.com- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) resmi membatalkan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang semula dijadwalkan pada 24 Februari 2026.

Direktur Utama SOTS, Floreta Tane, dalam pengumuman Kamis (12/2) menyebut pembatalan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni kondisi pasar yang sangat volatil serta rencana restrukturisasi besar-besaran perseroan.

Manajemen menilai pasar modal sepanjang Februari 2026 berada dalam tekanan tinggi, terutama pasca sentimen negatif dari MSCI serta pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Selain itu, perubahan outlook kredit Indonesia menjadi “negatif” oleh Moody’s turut memperburuk kondisi pasar saham domestik.

Kombinasi faktor tersebut dinilai belum kondusif untuk pelaksanaan aksi korporasi.

SOTS juga tengah menyiapkan restrukturisasi dalam skala yang lebih besar, yang memerlukan waktu perencanaan lebih panjang.

Restrukturisasi tersebut rencananya akan didukung melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Namun, manajemen meragukan tingkat penyerapan dana dari publik akan optimal jika rights issue dilakukan dalam kondisi pasar saat ini.

“Perseroan memutuskan untuk menunda penyelenggaraan rapat sampai dengan waktu yang akan ditentukan dan diumumkan kemudian,” tulis manajemen.

Sebelumnya, pemanggilan RUPSLB telah dipublikasikan melalui IDXnet, situs Bursa Efek Indonesia, serta situs resmi perseroan pada 2 dan 3 Februari 2026. Dengan pengumuman terbaru ini, agenda tersebut resmi dibatalkan.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru