back to top

Grup Lippo (MPPA) Caplok Gedung Perbelanjaan di Bogor

Emitentrust.com – Emiten pengelola jaringan ritel Hypermart, grup Lippo PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), resmi melakukan aksi korporasi berupa pembelian aset properti strategis di Kota Bogor, Jawa Barat, dengan nilai transaksi Rp49,5 miliar.

Berdasarkan laporan informasi fakta material yang dirilis pada Rabu (18/2/2026), perseroan telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan PT Surya Asri Lestari (SAL). Objek transaksi mencakup lahan seluas 2.056 meter persegi dan bangunan pusat perbelanjaan Sinar Matahari Bogor seluas 1.659 meter persegi.

Aset tersebut berlokasi di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, dan terdiri dari empat Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama SAL. Nilai transaksi sebesar Rp49,5 miliar itu belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto, menyampaikan bahwa penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian.

“Penandatanganan perjanjian oleh Perseroan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tilis Mirtha dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia Rabu (18/2).

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru