back to top

Data KSEI Pemilik di Atas 1%, Nama Besar Bermunculan

Emitentrust.com- Data terbaru kepemilikan saham diatas 1 persen yang dirilis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkap peta kekuatan baru di pasar modal. Sejumlah konglomerat Indonesia hingga investor global tercatat menguasai porsi besar saham perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 27 Februari 2026.

Nama-nama besar seperti Garibaldi Thohir, Lo Kheng Hong, Sandiaga Salahuddin Uno hingga taipan properti Tomy Winata tercatat masih aktif sebagai pemegang saham signifikan di sejumlah emiten strategis.

Di sektor batu bara, kepemilikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menunjukkan dominasi kelompok usaha Adaro. Perusahaan investasi Adaro Strategic Investments menguasai sekitar 3,20 miliar saham atau setara 41,10%. Sementara induk usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menggenggam 15,37% saham.

Selain itu, pengusaha tambang Garibaldi Thohir tercatat memiliki 454 juta saham atau 5,83% di AADI. Investor institusi seperti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk juga memegang 4,38%, sedangkan investor senior Edwin Soeryadjaya mengantongi 3,52%.

Tokoh pasar modal Lo Kheng Hong juga masih agresif mengoleksi saham. Ia tercatat memiliki 154,83 juta saham atau sekitar 5,62% di PT ABM Investama Tbk (ABMM).

Sementara itu, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno tercatat menggenggam 159,02 juta saham atau 2,04% di AADI serta 611,84 juta saham atau 2,08% di ADRO.

Masuknya investor asing juga terlihat di sejumlah emiten teknologi dan telekomunikasi. Pada saham PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST), perusahaan sekuritas asal Singapura UOB Kay Hian Private Limited tercatat menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 324,26 juta saham atau 29,95%.

Selain itu, PT Jast Infotek Grup menggenggam 20,32% saham perusahaan tersebut.

Di sektor agribisnis, kepemilikan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) juga mencatat nama investor individu. Denny Ramdhani memegang 1,58% saham, sementara Hariono memiliki 1,09%.

Struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi juga terlihat pada PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA). Perusahaan investasi PT Sarana Agro Investama tercatat menguasai hingga 92,50% saham perseroan, menjadikannya pengendali absolut.

Di sektor properti dan perhotelan, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) juga menampilkan nama besar. PT Kresna Aji Sembada memegang 40,03% saham, sementara taipan properti Tomy Winata menggenggam 13,15%.

Sementara itu di sektor konstruksi, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) masih berada di bawah kendali grup pembangunan Jaya. Induk usaha PT Pembangunan Jaya memegang 60,89% saham perusahaan tersebut.

Adapun pada sektor pakan ternak, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tetap dikendalikan oleh perusahaan induk berbasis Singapura Japfa Ltd yang menggenggam 55,43% saham. Investor lainnya seperti Tree of Blessing Pte Ltd tercatat memiliki 4,40%.

KSEI menjelaskan, data kepemilikan saham tersebut dihimpun dari sistem C-BEST untuk saham scripless serta sistem eBAE untuk saham berbentuk warkat yang dilaporkan oleh biro administrasi efek.

Publikasi data ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan keterbukaan informasi pemegang saham perusahaan terbuka sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan peta kepemilikan ini, terlihat jelas bahwa sejumlah konglomerasi domestik dan investor global masih memegang kendali signifikan atas berbagai emiten strategis di pasar modal Indonesia.

Artikel Terkait

Mirae Asset Klarifikasi Isu Rp14,5T, Hingga Dana Nasabah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri diketahui mendatangi kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada Rabu (4/3/2026).

IHSG Ditutup Anjlok 1,62%, Hampir Semua Sektor Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026). IHSG merosot 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585,68.

Free Float INKP Bengkak, Cucu Pendiri Sinarmas Grup Penerima Akhir

Struktur kepemilikan saham emiten pulp dan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) masih didominasi kelompok usaha Sinar Mas.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru