back to top

IHSG Berbalik Melemah di Sesi I, Sektor Bahan Baku Terseret

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada akhir perdagangan sesi pertama Rabu (11/3/2026) pukul 12.00 WIB. IHSG terkoreksi tipis 3,107 poin atau 0,04% ke level 7.437,806.

Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan dari beberapa indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia.

Penurunan terdalam dicatat oleh IDX Sektor Barang Baku yang turun 1,05%. Disusul IDX Sektor Perindustrian yang melemah 0,42%, IDX Sektor Energi turun 0,37%, serta IDX Sektor Kesehatan yang terkoreksi tipis 0,02%.

Sementara itu, sejumlah sektor masih mencatat penguatan. IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Properti dan Real Estate memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 1,07%.

Selain itu, IDX Sektor Infrastruktur naik 0,67%, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menguat 0,54%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer naik 0,54%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik bertambah 0,34%, serta IDX Sektor Keuangan yang menguat 0,16%.

Aktivitas perdagangan saham tercatat dengan volume transaksi mencapai 18,32 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp7,67 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 405 saham menguat, 270 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan harga antara lain PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang naik Rp975 menjadi Rp10.775 per saham. Disusul PT Pakuan Tbk (UANG) yang menguat Rp860 menjadi Rp4.310 serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik Rp800 menjadi Rp13.050 per saham.

Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan harga di antaranya PT Golden Flower Tbk (POLU) turun Rp1.500 menjadi Rp15.100 per saham, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp850 menjadi Rp27.175 serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun Rp625 menjadi Rp76.925 per saham.

Untuk saham teraktif diperdagangkan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 41.449 kali dengan nilai Rp109 miliar. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 34.898 kali senilai Rp362 miliar serta PT GTS Internasional Tbk (GTSI) sebanyak 23.763 kali dengan nilai transaksi Rp69 miliar.

Di indeks LQ45, pelemahan terdalam dialami oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 4,74%. Disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melemah 4,34% serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang terkoreksi 3,61%.

Sementara itu, saham yang mencatatkan kenaikan terbesar di indeks LQ45 dipimpin oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melonjak 5,4%. Diikuti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik 4,03% serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 2,74%.

Artikel Terkait

Tok! Friderica Widyasari Dewi Melaju Jadi Ketua OJK

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyepakati susunan calon pimpinan baru

Saham Energi dan Industri Seret IHSG ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (11/3/2026), setelah sempat dibuka menguat di awal sesi.

Usaha Diragukan, Emiten Transportasi Ini Sahamnya Dibekukan BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham emiten logistik PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru