back to top

Bos ATLA Belum Berhenti Buang Puluhan Juta Saham di Pasar

Emitentrust.com- PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menyampaikan bahwa Rudi R Sutantra selaku Komisaris , dilaporkan telah melakukan divestasi sebagian kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham pada 16 Maret 2026, transaksi tersebut melibatkan penjualan jutaan unit saham biasa. Transaksi penjualan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2026 dengan volume mencapai 10.000.000 unit saham. Rudi R melepas aset tersebut pada harga pelaksanaan Rp51 per lembar saham.

Melalui transaksi ini, total dana yang direalisasikan diperkirakan mencapai Rp510 juta. Sebelum Rudi R Sutantra menguasai sebanyak 2.814.254.200 unit saham atau setara dengan 45,39% dari total hak suara perusahaan.

Pasca-transaksi, jumlah kepemilikannya menyusut menjadi 2.804.254.200 unit saham, yang merepresentasikan 45,23%.

Sebelumnya Rudi R. Sutantra pada tanggal 6 Maret 2026 telah menjual saham ATLA sebanyak 10.000.000 lembar saham diharga Rp52 per saham dengan tidak disebutkan tujuan transaksinya.

Sebelumnya lagi Rudi R Sutantra, pada 2 Maret 2026 melepas sebanyak 10.000.000 unit saham dengan harga pelaksanaan Rp55,00 per lembar.

Sebelumnya lagi Rudi R. Sutantra telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 Desember 2025 sebanyak 3.000.000 lembar saham diharga Rp67 per saham.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru