Emitentrust.com – Raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih mencatatkan rugi bersih Rp1,50 triliun sepanjang 2025, meski berhasil memangkas kerugian secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan, rugi tahun berjalan GOTO turun sekitar 72,52% dari Rp5,46 triliun pada 2024 menjadi Rp1,50 triliun pada 2025.
Namun di balik perbaikan tersebut, perusahaan masih dibayangi defisit (akumulasi rugi) jumbo mencapai Rp215,33 triliun, yang terus membengkak dibandingkan tahun sebelumnya Rp214,11 triliun.
GOTO membukukan pendapatan bersih Rp18,32 triliun, tumbuh 15,28% dari Rp15,89 triliun pada 2024.
Sayangnya, total biaya dan beban masih lebih besar, mencapai Rp18,70 triliun, sehingga perusahaan tetap mencatatkan rugi usaha Rp378,25 miliar, meski membaik dibanding rugi operasional Rp2,24 triliun tahun sebelumnya.
Tekanan kinerja terutama datang dari berbagai pos non-operasional, antara lain: kerugian penurunan nilai goodwill: Rp356,83 miliar, impairment aset tak berwujud & tetap: Rp217,13 miliar dan k erugian nilai wajar instrumen keuangan: Rp596,70 miliar.
Meski demikian, GOTO mendapat penopang dari bagian laba entitas asosiasi sebesar Rp249,1 miliar, berbalik dari rugi besar pada 2024.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan menunjukkan tekanan: Total liabilitas naik 33,12% menjadi Rp17,04 triliun
Ekuitas turun 5,57% menjadi Rp28,71 triliun Sementara itu, total aset hanya tumbuh 5,90% menjadi Rp45,75 triliun.
Kenaikan liabilitas yang lebih agresif dibanding ekuitas mencerminkan meningkatnya tekanan struktur permodalan.
Di sisi lain, kas dan setara kas GOTO meningkat 13,44% menjadi Rp21,75 triliun.
Namun, arus kas operasional masih tipis, hanya menghasilkan Rp307 miliar, mencerminkan bisnis yang masih dalam fase pemulihan profitabilitas.


