back to top

Link Net (LINK) Rugi Rp436,9M, Bengkak 23% di Kuartal I 2026

Emitentrust.com – PT Link Net Tbk (LINK) mencatat rugi bersih sebesar Rp436,92 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 23,1% dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp354,93 miliar.

Di sisi pendapatan, perseroan membukukan revenue sebesar Rp661,36 miliar pada Januari–Maret 2026, turun 18,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp810,28 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim perseroan, penurunan pendapatan terjadi di tengah masih tingginya beban operasional dan biaya keuangan. Beban jaringan dan beban langsung lainnya tercatat sebesar Rp330,87 miliar, sementara beban penyusutan, penurunan nilai, dan amortisasi mencapai Rp450,87 miliar.

Selain itu, LINK juga membukukan beban keuangan sebesar Rp117,98 miliar pada kuartal I 2026, meski turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp139,74 miliar.

Total rugi sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp442,51 miliar, dibandingkan rugi sebelum pajak Rp359,19 miliar pada kuartal I 2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp13,67 triliun, naik dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp13,24 triliun. Namun total liabilitas juga meningkat menjadi Rp10,53 triliun dari sebelumnya Rp9,69 triliun.

Sementara itu, total ekuitas LINK turun menjadi Rp3,14 triliun dari Rp3,55 triliun pada akhir Desember 2025 akibat akumulasi rugi berjalan.

Meski demikian, posisi kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp488,6 miliar per akhir Maret 2026 dibandingkan Rp360,96 miliar pada akhir tahun lalu.

Dalam laporan arus kas, aktivitas operasi tercatat menggunakan arus kas bersih sebesar Rp568,75 miliar, berbalik dari posisi positif Rp428,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

IHSG Melemah, DPR, OJK dan Danantara Turun Tangan!

Ototritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama pimpinan DPR RI dan Danantara menegaskan optimisme terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Emiten Hapsoro (RATU) Minta Restu Akuisisi SMS Development Limited

Emitentrust.com - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) emiten...

Pengendali HILL Lanjut Buang 5 Juta Lembar di Papan FCA, Kenapa?

PT Hillcon Equity Management selaku pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk. (HILL) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 13 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru