back to top

PLIN Kena Suspensi Panjang Gegara Free Float Minim

Emitentrust.com – PT Plaza Indonesia Realty Tbk jadi sorotan publik setelah sahamnya mengalami suspensi panjang di Bursa Efek Indonesia.

Dalam surat resmi yang disampaikan ke BEI, manajemen mengungkapkan bahwa rencana pemulihan saham belum bisa ditetapkan secara konkret karena masih dilakukan evaluasi internal dan kajian berbagai opsi strategis.

Langkah-langkah yang telah ditempuh oleh manajemen antara lain:

Kajian internal terkait pemenuhan Ketentuan Free Float.

Diskusi dengan penasihat profesional.

Pemantauan kondisi pasar modal dan sektor properti.

Menimbang berbagai skema aksi korporasi yang memungkinkan.

Direktur Sekretaris Perusahaan, Umbas Rombe, menegaskan bahwa tidak ada faktor internal tersembunyi yang memicu penangguhan saham, dan tidak ada perkara hukum material dari pihak ketiga yang bisa memengaruhi harga saham atau kelangsungan usaha Perseroan.

PLIN juga mengakui bahwa minat investor terhadap sektor properti masih terbatas, sementara kondisi pasar dan faktor eksternal global maupun domestik dinilai belum kondusif. Hal ini menjadi alasan mereka menunda penetapan rencana pemulihan, termasuk pemenuhan free float minimum 7,5% saat ini maupun target 15% di masa mendatang.

Manajemen berkomitmen untuk segera menyampaikan rencana aksi korporasi dan target waktu implementasinya setelah perubahan Peraturan Bursa No. I-A resmi diterbitkan dan kondisi pasar lebih stabil.

“Perusahaan juga memohon kesempatan berdiskusi lebih lanjut dengan BEI terkait strategi ke depan. Semua informasi material telah diungkap ke publik sesuai aturan OJK,” tulis Umbas dalam surat balasan kepada BEI, Rabu (25/3).

Sebagai informasi, Saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 12 Januari 2021.

Suspensi ini disebabkan karena perusahaan belum memenuhi ketentuan free float (jumlah saham beredar di publik) saat itu minimal 7,5%.

Hingga awal 2026, saham Free float PLIN tercatat di hanya sekitar 2,99%.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru