back to top

Laba RS Hermina (HEAL) Ambles 19,8 Persen di Sepanjang 2025

Emitentrust.com – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) emiten rumah sakit Hermina sepanjang 2025 membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp429,54 miliar, atau ambles sekitar 19,85% dibandingkan Rp535,94 miliar pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dirilis Kamis (26/3) disebutkan, penurunan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan. Perseroan mencatat pendapatan neto sebesar Rp7,13 triliun, naik dari Rp6,71 triliun pada 2024.

Namun demikian, kenaikan pendapatan tersebut tidak diikuti oleh peningkatan profitabilitas. Laba bruto tercatat turun menjadi Rp2,41 triliun dari Rp2,43 triliun. Tekanan berlanjut pada laba usaha yang turun menjadi Rp967,04 miliar dibandingkan Rp1,05 triliun pada periode sebelumnya.

Seiring itu, laba sebelum pajak juga mengalami penurunan menjadi Rp754,88 miliar dari Rp907,14 miliar. Beban keuangan yang meningkat turut menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja bottom line perseroan.

Dari sisi neraca, total aset HEAL meningkat cukup signifikan menjadi Rp11,88 triliun per akhir 2025, naik dari Rp10,57 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan aset tetap yang mencapai Rp8,25 triliun, mencerminkan ekspansi fasilitas layanan kesehatan.

Sementara itu, total liabilitas perseroan relatif menurun tipis menjadi Rp4,67 triliun dari Rp4,71 triliun. Di sisi lain, ekuitas melonjak menjadi Rp7,20 triliun dari Rp5,86 triliun, mencerminkan penguatan struktur permodalan.

Secara keseluruhan, meskipun ekspansi bisnis terus berjalan dan pendapatan tumbuh, tekanan biaya dan beban keuangan membuat laba bersih HEAL mengalami kontraksi sepanjang 2025.

Artikel Terkait

OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International(MSCI) Inc,

Laba TUGU Melejit 77% di 2025 Ini Rahasianya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, menegaskan konsistensi fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 117.

Bos SIDO Borong Saham di Tengah Pergerakan Stagnan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SIDO) menyampaikan bahwa Irwan Hidayat, selaku direktur kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru