back to top

RAAM Bersiap Right Issue Jumbo, Saham Bakal Terdilusi 7%

Emitentrust.com – Emuten perfilman PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) bersiap menggelar aksi korporasi besar melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi yang di kutip 29 Maret 2026, RAAM berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1,36 miliar saham, setara dengan maksimum 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis di sektor hiburan yang kian agresif.

Dana hasil rights issue nantinya akan difokuskan untuk modal kerja, termasuk pembiayaan produksi film, web series, hingga sinetron beserta kegiatan pemasaran.

Tak hanya itu, sebagian dana juga akan disuntikkan ke anak usaha PT Platinum Sinema guna membangun dan mengoperasikan 50 teater baru di berbagai kota di Indonesia.

Namun di balik peluang ekspansi, aksi rights issue ini juga membawa konsekuensi bagi investor lama. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga sekitar 7%.

Manajemen menegaskan, aksi korporasi ini tetap akan memberikan nilai tambah dalam jangka panjang melalui pertumbuhan bisnis dan peningkatan kinerja perseroan.

Untuk merealisasikan rencana ini, MVP akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Tanggal: 5 Mei 2026. Tempat: Multivision Tower, Jakarta Selatan (hybrid dengan eASY.KSEI)

Sejumlah tahapan penting telah disiapkan, mulai dari recording date pada 10 April 2026 hingga pengumuman hasil RUPSLB pada awal Mei 2026.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru