back to top

SRSN Kantongi Laba Melonjak 243 Persen di Sepanjang 2025

Emitentrust.com – PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) emiten produsen kimia sepanjang 2025. membukukan laba bersih Rp77,35 miliar, melonjak sekitar 243,8% dibandingkan Rp22,50 miliar pada tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan perbaikan margin. Hingga 31 Desember 2025, SRSN mencatatkan penjualan Rp1,25 triliun, meningkat dari Rp1,15 triliun atau tumbuh sekitar 8,7% secara tahunan (YoY).

Dari sisi profitabilitas, laba kotor melonjak tajam menjadi Rp312,08 miliar dibanding Rp191,74 miliar pada 2024. Hal ini mendorong laba usaha naik signifikan menjadi Rp122,08 miliar dari Rp46,88 miliar.

Sejalan dengan itu, laba sebelum pajak juga meningkat kuat menjadi Rp100,64 miliar dari Rp29,55 miliar, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin solid.

Menariknya, di tengah lonjakan kinerja, struktur keuangan perusahaan justru semakin sehat. Total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp242,59 miliar dari Rp396,87 miliar, menunjukkan upaya deleveraging yang agresif.

Sementara itu, total aset tercatat sedikit menurun menjadi Rp1,05 triliun dari Rp1,13 triliun, yang mengindikasikan optimalisasi aset di tengah peningkatan profitabilitas.

Secara keseluruhan, SRSN berhasil mencetak pertumbuhan laba yang eksplosif dengan kombinasi kenaikan penjualan, ekspansi margin, serta penurunan beban liabilitas.

Artikel Terkait

BRI Setujui Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menyepakati pembagian dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026)

IHSG Ditutup Terbang ke Level 7.458, Semua Sektor Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan akhir pekan dengan performa impresif. Pada Jumat (10/4/2026), IHSG melonjak 150,90 poin atau 2,07% ke level 7.458,49,

Wong Kevin Diam-diam Borong 13,7 Juta Saham BULL, Ada Apa?

Emiten pelayaran migas PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menyampaikan bahwa Wong Kevin selaku direktur tercatat menambah kepemilikan saham secara signifikan pada 8 April 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru