back to top

SKYB Ungkap Masuk Bisnis Energi & Tambang, Tapi Masih Terganjal Ini

Emitentrus.com – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) mulai membuka peta besar transformasi bisnisnya. Dari perusahaan yang sebelumnya relatif senyap, kini Northcliff bersiap masuk ke sektor energi, perdagangan BBM, hingga pertambangan mineral dan batubara.

Namun di balik ambisi besar tersebut, langkah perseroan ternyata masih tertahan satu “kunci utama”: restu administratif dari pemerintah.

Manajemen mengungkapkan, hingga saat ini perusahaan masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Menteri (SK AHU) dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai dasar efektif perubahan anggaran dasar.

Northcliff terang-terangan membidik bisnis perdagangan besar energi, termasuk diesel fuel, gas, hingga batubara baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Namun rencana ini tidak semulus yang dibayangkan. Perseroan mengakui, bisnis trading BBM sangat bergantung pada pasokan dari refinery seller.

Menariknya, faktor global ikut jadi penentu. “Dinamika pasar energi global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah, berpotensi mengganggu rantai pasok,” tulis manajemen.

Artinya, meski izin sudah di tangan, bisnis ini tetap rawan molor jika pasokan terganggu.

Tak hanya trading, Northcliff juga siap masuk ke sektor tambang mineral dan batubara melalui entitas anak.

Saat ini, perusahaan masih di tahap awal mulai dari studi kelayakan, pencarian konsesi, hingga pengurusan izin.

Jika semua berjalan lancar, operasional tambang ditargetkan mulai pada Kuartal I 2027.

Namun ada catatan penting: seluruh rencana ini sangat bergantung pada kelancaran proses perizinan.

“Potensi keterlambatan izin bisa berdampak langsung pada jadwal operasional,” ungkap manajemen.

Di sisi lain, Northcliff juga tengah mengejar ketertinggalan laporan keuangan.

Perusahaan berencana menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) pada April 2026 untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2022 hingga 2025 sekaligus.

Proses audit ditargetkan rampung dalam 1,5–2 bulan, dengan deadline penyampaian seluruh laporan paling lambat akhir Juni 2026.

Langkah ini menjadi krusial untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Untuk mendukung ekspansi, Northcliff menyiapkan aksi korporasi berupa pendanaan berbasis pinjaman (debt financing).

Kabar menariknya, negosiasi dengan calon pemberi dana sudah masuk tahap final.

Kedua pihak bahkan telah mencapai kesepakatan prinsip (in-principle agreement), tinggal menunggu penandatanganan resmi setelah SK AHU terbit.

Perseroan menegaskan, skema ini tidak akan mengencerkan saham karena tidak melibatkan penerbitan saham baru.

Dalam upaya membalikkan kinerja, pemegang saham pengendali juga ikut turun tangan.

Mereka berkomitmen penuh mendukung transformasi bisnis, penguatan pendanaan, hingga perbaikan tata kelola perusahaan.

Langkah ini mencerminkan keseriusan perseroan untuk bangkit dan masuk ke sektor energi yang lebih menjanjikan.

Meski agresif ekspansi, kondisi keuangan perusahaan masih dalam tahap pemulihan.

Northcliff mengakui tengah menata arus kas dan berencana membayar kewajiban kepada Bursa Efek Indonesia, termasuk Annual Listing Fee (ALF), secara bertahap.

Sumber dana akan berasal dari operasional serta bisnis baru yang sedang disiapkan.

Sebagai informasi, PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk Sebelumnya bernama PT Skybee Tbk adalah emiten publik di Bursa Efek Indonesia (kode saham: SKYB) yang berfokus sebagai perusahaan investasi, terutama melalui anak usaha di sektor properti, teknologi, multimedia, dan telekomunikasi. Perusahaan ini sempat lama bergerak di perdagangan dan layanan telepon seluler, dan kini tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru