back to top

ERAL Gandeng Perusahaan Hongkong Garap Pasar Videotron & Smartboard

Emitentrust.com – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) emiten milik keluarga Aguan resmi memperluas ekspansi bisnisnya dengan menggandeng perusahaan asal Hong Kong, Pan Asia Indonesia Limited.

Keduanya membentuk usaha patungan bernama PT Mega Cahaya Indonesia (MCI) dengan total investasi mencapai Rp10,1 miliar.

Manajemen ERAL mengungkapkan bahwa Pembentukan joint venture ini telah sah secara hukum sejak 1 April 2026, setelah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.

“ MCI akan fokus pada bisnis perdagangan besar produk teknologi, termasuk LED display, videotron, hingga smartboard di Indonesia,tulis manajemen Senin (6/4).

Dalam struktur kepemilikan, ERAL menguasai mayoritas saham sebesar 70% senilai Rp7,07 miliar, sementara Pan Asia Indonesia memegang 30% atau setara Rp3,03 miliar. Seluruh pendanaan investasi berasal dari kas internal masing-masing pihak.

Manajemen ERAL menyebutkan, kehadiran MCI akan memperkuat diversifikasi usaha dan menambah lini bisnis baru Perseroan, khususnya di sektor teknologi visual dan perangkat digital.

Langkah ini juga dinilai membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan solusi display digital di pasar domestik.

“ Tidak terdapat hubungan afiliasi antara kedua pihak dalam transaksi ini, sehingga kerja sama ini murni bersifat strategis untuk memperluas pasar dan kapabilitas bisnis,” jelas manajemen.

Artikel Terkait

BIPI Tertekan di 2025, Pendapatan Drop 58%, Laba Anjlok Nyaris Habis

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk ( BIPI) sepanjang tahun buku 2025 mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar US$1,49 juta, turun 85,6% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai US$10,41 juta.

Grup Djarum (TOWR) Jadwalkan Pembayaran Sisa Dividen Rp400M

Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Grup Djarum resmi mengumumkan pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp6,89 per saham.

KREN Siapkan Buyback Saham Rp50M, Ini Alasannya

PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp50 miliar. Rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru