Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa hingga akhir perdagangan sesi pertama, Rabu (8/4/2026). IHSG melonjak 236,13 poin atau 3,39% ke level 7.207,157, menandai rebound kuat setelah tekanan dalam beberapa hari sebelumnya.
Penguatan indeks kali ini ditopang oleh seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di zona hijau. Kinerja terbaik dicatat sektor barang baku yang melesat 7,18%, menjadi motor utama penguatan IHSG.
Selain itu, sektor perindustrian juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 4,63%, disusul sektor barang konsumen non-primer yang naik 3,78% serta sektor infrastruktur yang menguat 3,45%.
Penguatan turut merata di sektor lainnya. Sektor transportasi dan logistik naik 3,24%, properti dan real estate menguat 2,73%, serta sektor keuangan bertambah 2,43%. Sementara itu, sektor teknologi naik 2,14%, energi 2,05%, barang konsumen primer 1,67%, dan kesehatan 1,01%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 26,85 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,99 triliun. Sebanyak 566 saham menguat, 134 saham melemah, dan 114 saham stagnan.
Beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan, di antaranya INCO yang naik Rp600 menjadi Rp6.325 per saham, IFSH yang melonjak Rp600 ke Rp3.400, serta ARKO yang menguat Rp525 ke Rp7.825 per saham.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham seperti ITMG yang turun Rp825 ke Rp25.825, AADI melemah Rp550 ke Rp10.000, serta DSSA yang terkoreksi Rp400 ke Rp65.850.
Untuk saham dengan frekuensi transaksi tertinggi, BUMI menjadi salah satu yang paling aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun. Selain itu, KAQI dan CUAN juga masuk jajaran saham teraktif hari ini.
Pada indeks LQ45, saham-saham unggulan kompak menguat. Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin top gainers dengan kenaikan 17,12%, diikuti Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melonjak 10,48% serta Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 8,83%.
Sementara itu, tekanan masih membayangi beberapa saham, di antaranya Medco Energi Internasional Tbk yang turun 6,75%, Adaro Andalan Indonesia Tbk melemah 5,21%, dan Bukit Asam Tbk yang terkoreksi 3,41%.


