Emitentrust.com – PT PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,1 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp1,6 miliar atau setara 10,14% dari laba bersih tahun berjalan 2025 yang tercatat sebesar Rp15,98 miliar.
Direktur Utama RGAS, Edy Nurhamid Amin, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan kepada perseroan.
“Ini adalah bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap pemegang saham RGAS,” ujar Edy usai pelaksanaan RUPST.
Selain pembagian dividen, perseroan juga menyisihkan Rp1 miliar sebagai dana cadangan umum. Adapun sisa laba sekitar Rp13,38 miliar dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha perseroan.
Direktur RGAS, Sutarno, menambahkan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026. Sementara jadwal cum dividen, ex dividen, dan recording date akan diumumkan lebih lanjut kepada pemegang saham.
Sepanjang 2025, RGAS membukukan penjualan sebesar Rp272,53 miliar atau melonjak 275,78% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp72,52 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan juga melesat 497,56% menjadi Rp15,95 miliar dari sebelumnya Rp2,66 miliar pada 2024.
Kinerja tersebut terutama ditopang segmen perdagangan barang yang menjadi kontributor terbesar pendapatan senilai Rp210,10 miliar, disusul jasa konstruksi sebesar Rp42,31 miliar. Sementara segmen lainnya menyumbang Rp16,36 miliar dan jasa inspeksi sebesar Rp3,75 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik 387,65% menjadi Rp229,69 miliar dari Rp47,10 miliar pada tahun sebelumnya. Beban usaha juga meningkat 4,49% menjadi Rp19,15 miliar.
Hingga akhir 2025, total aset lancar RGAS tercatat sebesar Rp127 miliar, turun dibandingkan posisi tahun sebelumnya Rp144,19 miliar. Sedangkan total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp54,02 miliar.


