back to top

Terseret 8 Sektor, IHSG Berbalik Melemah di Sesi I

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama Kamis (16/4/2026). IHSG terkoreksi 27,488 poin atau 0,36% ke level 7.596,098, setelah sebelumnya sempat bergerak variatif.

Pelemahan IHSG kali ini dipicu oleh tekanan dari mayoritas sektor. Dari sisi sektoral, delapan indeks sektor mencatatkan penurunan, dengan sektor energi menjadi pemberat utama setelah turun 0,87%. Disusul sektor infrastruktur yang melemah 0,86% serta sektor bahan baku yang terkoreksi 0,80%.

Di tengah tekanan pasar, aktivitas perdagangan tetap terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 25,5 miliar saham dengan nilai Rp10,8 triliun. Pergerakan saham juga relatif berimbang, dengan 330 saham melemah, 319 saham menguat, dan 167 saham stagnan.

Sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. MLPT melesat Rp4.850 ke level Rp29.150 per saham, SRAJ naik Rp1.900 ke Rp15.000, serta IBST menguat Rp600 ke Rp7.000 per saham.

Namun, tekanan jual juga cukup terasa pada beberapa saham. SINI turun Rp625 ke Rp14.475, ITMG melemah Rp575 ke Rp26.850, serta SMMA terkoreksi Rp300 ke Rp13.875 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, saham-saham seperti BNBR, ZATA, dan BIPI menjadi yang paling aktif diperdagangkan hingga sesi pertama.

Di jajaran saham unggulan, tekanan juga terlihat pada indeks LQ45. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin pelemahan dengan turun 4,20% ke Rp2.280, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melemah 3,88% ke Rp6.200, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 3,28% ke Rp3.240.

Sementara itu, penguatan di LQ45 dipimpin oleh PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang naik 2,50% ke Rp2.460, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang menguat 2,20% ke Rp6.975, serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang naik 2,00% ke Rp510.

Artikel Terkait

CEKA Raup Laba Rp147M naik 19,5%, Penjualan Tembus Rp5T di Semester I

PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) membukukan laba bersih sebesar Rp147,21 miliar pada semester I-2026, meningkat 19,56% dibandingkan Rp123,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba OKAS Anjlok 81,9%, Pendapatan Naik Tipis di Semester I-2026

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan laba bersih sebesar USD1,06 juta pada semester I-2026, merosot 81,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD5,86 juta.

Saham ENAK Ambles 57%, Manajemen Jelaskan ke BEI

PT Champ Resto Indonesia Tbk. (ENAK) menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham maupun keputusan investasi investor.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru