back to top

BABY Tetapkan Harga Right Issue, Saham ARA Hari Ini

Emitentrust.com – PT Multitrend Indo Tbk. Emiten ritel pakaian dan mainan anak ini akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 238,59 juta saham baru atau setara 8,36% dari modal disetor penuh.

BABY memasang harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp590 per saham, dengan rasio 57 HMETD untuk setiap 625 saham lama.

Dana yang akan dihimpun mencapai sekitar Rp140,77 miliar, dengan dengan rincian Rp130 miliar berasal dari inbreng saham PT Emway Globalindo dan Rp10,76 miliar berasal dari dana publik

Pemegang saham pengendali, Blooming Years Pte. Ltd., yang menguasai 92,35% saham, menyatakan akan mengeksekusi seluruh haknya dengan menyuntikkan aset berupa saham EGI. Bahkan, induk ini memiliki hampir 99,99% kepemilikan di EGI, yang sebagian akan dialihkan ke Perseroan melalui skema inbreng.

Selain itu, terdapat mekanisme pembeli siaga (standby buyer) yakni Nadine Hitesh Bharwani, yang siap menyerap sisa saham hingga 18,25 juta lembar jika tidak terserap pasar.

HMETD ini akan diperdagangkan pada periode 30 April – 7 Mei 2026, dengan batas akhir pelaksanaan pada 7 Mei 2026. Saham baru hasil pelaksanaan rights issue juga akan mulai dicatatkan di Bursa pada 30 April 2026.

Pada perdagangan hari ini Senin (20/4) saham BABY melonjak 24,7 persen atau naik hingga ARA ke level Rp262.

Artikel Terkait

Rugi RUNS Bengkak 137% di 2025, Pendapatan Turun, Beban Naik

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mencatat rugi bersih sebesar Rp7,59 miliar sepanjang 2025, melonjak tajam 137,9% dibandingkan rugi Rp3,19 miliar pada tahun sebelumnya.

IHSG Ditutup Melemah! Padahal 9 Sektor Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (21/4/2026) di zona merah, terkoreksi 34,73 poin atau 0,46% ke level 7.559,38.

Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp15,4T, Naik 16,6% di Kuartal I 2026

Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, Bank Mandiri tetap mampu menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang solid pada kuartal I 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru