back to top

Rupiah Mendekati Rp18.000 per USD, BI Siapkan Lima Langkah Stabilisasi

Emitentrust.com – Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini terus berada dalam tekanan dan mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya pada Rabu (3/6/2026), menyampaikan lima langkah yang akan terus dilakukan bank sentral untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan ketahanan eksternal nasional.

Pertama, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta hadir di pasar dengan langkah-langkah yang konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Kedua, BI menegaskan akan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik serta menjaga kecukupan likuiditas valuta asing (valas) guna mendukung stabilitas pasar keuangan.

Ketiga, mulai 2 Juni 2026, Bank Indonesia resmi memberlakukan ketentuan batas (threshold) pembelian valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying sebesar US$25.000 per pelaku per bulan. Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung stabilitas pasar valas dan memperkuat pengawasan transaksi devisa.

Keempat, BI terus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Saat ini kerja sama LCT telah dijalankan dengan sejumlah negara mitra, yakni Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Kelima, Bank Indonesia menilai stabilitas nilai tukar rupiah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar terus diperkuat guna menjaga kepercayaan pasar dan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah. Pelemahan mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir membuat kurs rupiah semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Bank Indonesia menegaskan akan terus menggunakan berbagai instrumen moneter, intervensi pasar, dan kebijakan pendukung lainnya untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Artikel Terkait

BI Ungkap Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,2 Miliar di April 2026

BI mencatat Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar 146,2 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS.

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Sejalan Pasar Global

Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp17.400 per dolar AS, masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

BPS Catat Neraca Dagang Surplus USD3,32 Miliar Pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Maret 2026 sebesar USD3,32 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru