back to top

Pengendali Baru IATA Akan Gelar Tender Offer Rp99 per Lembar

Emitentrust.com – PT Karya Pacific Investama (KPI) secara resmi mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela atas saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA). Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka rencana KPI untuk menjadi pemegang saham pengendali baru pada perusahaan yang bergerak di bidang investasi induk dan perdagangan batu bara tersebut.

Berdasarkan dokumen tambahan informasi yang dirilis Selasa (21/4), KPI menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 535.379.000 lembar saham yang mewakili sekitar 1,712% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh IATA.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp99 per saham, yang telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 April 2026.

“KPI melakukan Penawaran Tender Sukarela dengan tujuan untuk menjadi Pengendali dari Perusahaan Sasaran (IATA),” demikian kutipan dokumen tersebut.

Jika seluruh saham yang ditawarkan berhasil dibeli, total kepemilikan KPI di IATA akan meningkat menjadi 50,50% atau sebanyak 15.794.254.800 saham. Masa penawaran ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai 22 April hingga 22 Mei 2026. Sementara itu, tanggal pembayaran bagi pemegang saham yang berpartisipasi ditargetkan jatuh pada 9 Juni 2026.

Untuk mendanai aksi korporasi ini, KPI telah mendapatkan konfirmasi kecukupan dana dari PT Bank UOB Indonesia. PT Kay Hian Sekuritas juga telah ditunjuk sebagai perusahaan efek yang menangani proses tender ini.

Pasca transaksi, KPI berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha IATA, terutama dalam mencapai pertumbuhan positif pada pendapatan dan aset. KPI juga menyatakan saat ini belum memiliki rencana untuk mengubah manajemen, melakukan go-private, maupun mengubah kebijakan ketenagakerjaan di tubuh IATA.

Pada perdagangan hari ini Selasa (21/4) saham IATA naik 9,5 persen ke level Rp90.

Artikel Terkait

Rugi RUNS Bengkak 137% di 2025, Pendapatan Turun, Beban Naik

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mencatat rugi bersih sebesar Rp7,59 miliar sepanjang 2025, melonjak tajam 137,9% dibandingkan rugi Rp3,19 miliar pada tahun sebelumnya.

IHSG Ditutup Melemah! Padahal 9 Sektor Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (21/4/2026) di zona merah, terkoreksi 34,73 poin atau 0,46% ke level 7.559,38.

Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp15,4T, Naik 16,6% di Kuartal I 2026

Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, Bank Mandiri tetap mampu menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang solid pada kuartal I 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru