back to top

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan di BRI dan Telkom

Emitentrust.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan layanan notifikasi perbankan yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Nilai kerugian negara dalam perkara tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp2 triliun.

Benar, KPK memulai penyidikan baru terkait pengadaan notifikasi perbankan di PT BRI dan PT Telkom,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat, 5 Juni 2026.

Budi mengatakan proyek pengadaan yang menyeret dua perusahaan milik pemerintah (BUMN) ini diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp2 triliun.

Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Budi mengatakan penyidakan perkara menggunakan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum yang diterbitkan hari ini.

“Dugaan awal kerugian keuangan negaranya mencapai hampir dua triliun rupiah,” kata Budi.

Meski telah masuk tahap penyidikan, KPK belum mengungkap konstruksi perkara maupun periode pengadaan dimaksud.

Penyidik saat ini masih fokus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dan menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.

Artikel Terkait

UNVR Tetapkan Jadwal Dividen Jumbo, Yield Capai 7,2%

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp4,33 triliun atau setara Rp114 per saham.

TOTO Jadwalkan Sisa Dividen Rp134,1M, Cum Date 11 Juni

PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp237,36 miliar atau setara Rp23 per saham kepada para pemegang saham.

BLUE Setujui Dividen Rp14,2M, Angkat Tiga Direksi Baru

PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp14,21 miliar atau setara Rp34 per saham kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru