back to top

Laba STAA Drop! Padahal Pendapatan Melejit 49% di Kuartal I-2026

Emitentrust.com – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) pada kuartal I 2026 mencatakan Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp293,70 miliar atau turun 3,61% dibandingkan Rp304,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Perseroan justru membukukan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Hingga 31 Maret 2026, pendapatan STAA mencapai Rp2,48 triliun atau naik 49,40% dari Rp1,66 triliun pada kuartal I 2025.

Berdasaarkan laporan keuangan kuartal I-2026 disebutkan beban pokok penjualan juga meningkat tajam sebesar 59,63% menjadi Rp1,74 triliun dari sebelumnya Rp1,09 triliun. Meski demikian, laba bruto masih tumbuh 28,51% menjadi Rp737,37 miliar dibandingkan Rp573,72 miliar tahun sebelumnya.

Namun tekanan terjadi pada laba operasional. Laba usaha tercatat turun 3,78% menjadi Rp439,26 miliar dari Rp456,51 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak juga melemah 4,68% menjadi Rp432,41 miliar dari Rp453,61 miliar.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 5,54% menjadi Rp10,09 triliun per 31 Maret 2026, dibandingkan Rp9,56 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas naik 6,64% menjadi Rp2,73 triliun dari Rp2,56 triliun.

Pada perdagangan hari ini Jumat (24/4) saham STAA turun 6,3 persen ke level Rp1.265.

Artikel Terkait

RUPO WIKA Setujui Penundaan Bayar Bunga hingga 2027

Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk resmi menyetujui penundaan pembayaran bunga obligasi Perseroan.

Aksi Beruntun! Investor Ini Guyur Jutaan Saham TRJA di Pasar

Aksi divestasi berlanjut di saham transportasi PT Transkon Jaya Tbk (TRJA). Damai Investama Sukses kembali melepas saham dalam jumlah lebih besar pada periode 21–23 April 2026.

Diakuisisi Grup Astra, Begini Strategi Baru Mega Manunggal (MMLP)

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perkembangan pasca aksi pengambilalihan oleh PT Saka Industrial Arjaya (SIA) dan pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru