back to top

Diakuisisi Grup Astra, Begini Strategi Baru Mega Manunggal (MMLP)

Emitentrust.com – PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perkembangan pasca aksi pengambilalihan oleh PT Saka Industrial Arjaya (SIA) dan pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO).

Dalam keterangannya Kamis (23/4), manajemen MMLP menegaskan bahwa setelah proses akuisisi rampung, perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha seperti biasa dengan fokus utama pada peningkatan kinerja dan ekspansi bisnis. Emiten logistik ini juga mulai mengincar peluang sinergi dengan ekosistem Grup Astra Property guna memperkuat posisi di industri pergudangan modern.

Direktur Utama MMLP, Max William Sunarcia, menyampaikan bahwa strategi ke depan mencakup peningkatan okupansi gudang serta ekspansi basis pelanggan, khususnya dari sektor 3PL, e-commerce, dan FMCG, sekaligus menjajaki segmen baru seperti manufaktur, otomotif, hingga farmasi.

Dalam rencana jangka menengah hingga lima tahun ke depan, MMLP akan mengandalkan integrasi dengan jaringan Grup Astra untuk mendorong pertumbuhan pendapatan. Selain itu, efisiensi biaya juga menjadi fokus melalui optimalisasi pengadaan aset dan sentralisasi fungsi operasional di dalam grup.

Dari sisi aset, perseroan saat ini mengelola landbank lebih dari 500.000 meter persegi yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Pengembangan ke depan akan diarahkan pada pembangunan fasilitas logistik modern, baik dalam bentuk gudang built-to-suit maupun multi-tenant guna menangkap permintaan pasar yang semakin dinamis.

Kinerja operasional MMLP juga tercermin dari tingkat okupansi gudang yang terus membaik. Pada 2025, tingkat okupansi tercatat mencapai 96,2%, meningkat signifikan dibandingkan 86,4% pada 2024. Sebelumnya, okupansi berada di level 89,4% pada 2023 dan 89,0% pada 2022.

Untuk menjaga tren positif tersebut, perseroan mengusung strategi peningkatan layanan dan efisiensi operasional guna mempertahankan pelanggan eksisting sekaligus menarik tenant baru. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat reputasi MMLP sebagai penyedia solusi pergudangan modern yang terintegrasi.

Manajemen juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi material lain yang belum disampaikan ke publik yang dapat mempengaruhi harga saham perusahaan. Perseroan memastikan tetap mematuhi seluruh ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia.

Sebagai informasi, PT Saka Industrial melakukan akuisisi MMLP dengan membeli sebanyak 5.764.371.329 saham atau setara 83,6% dengan harga Rp 580 per saham dengan transaksi mencapai Rp 3,34 triliun.

PT Saka Industrial Jaya yang merupakan grup Astra membeli dari 10 pemegang saham MMLP. Langkah ini dilakukan Group Astra untuk mengembangkan bisnis di sektor infrastruktur industri dan logistik, khususnya pada pergudangan modern, sebagai pertumbuhan baru.

Saka melakukan Tender Wajib pada harga Rp600 mulai 25 November 2025 hingga 24 Desember 2025. Adapun pembayaran kepada pemegang saham yang sah akan dilakukan pada 5 Januari 2026, melalui sistem C-BEST.

Pasca pengumuman akuisisi ini, MMLP mengumumkan pergantian pengurus. Perubahan susunan ini berlaku efektif 6 Oktober 2025.

Artikel Terkait

MEJA Gagal Gelar RUPSLB, Rights Issue Rp1,6T Tak Kourum

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 24 April 2026 tidak dapat dilaksanakan karena tidak memenuhi kuorum kehadiran.

Komisaris Pakuwon Jati (PWON) Irene Tedja Mundur!

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyampaikan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari salah satu anggota Dewan Komisaris, Irene Tedja.

Laba KING Ambles 51%, Pendapatan Anjlok 43% di Kuartal I-2026

Emitentrust.com - PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) mencatatkan penurunan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru