Emitentrust.com – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026, ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan serta peningkatan kualitas portofolio pembiayaan.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menyampaikan bahwa kualitas pembiayaan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba pada periode ini. Hal tersebut tidak terlepas dari konsistensi perseroan dalam menerapkan model pendampingan nasabah.
“Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka,” ujar Fachmy.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp319 miliar. Sementara itu, total aset mencapai Rp23,2 triliun atau tumbuh 7% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp10,6 triliun, meningkat 4% YoY. Kinerja tersebut diikuti dengan rasio keuangan yang tetap solid, tercermin dari Return on Assets (RoA) sebesar 7,1% serta Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat di level 59,2%.
Perseroan menjelaskan bahwa strategi pendampingan nasabah menjadi kunci dalam menjaga kualitas pembiayaan. Setiap penyaluran pembiayaan disertai dengan pembinaan untuk mendorong nasabah menerapkan empat perilaku unggul BDKS, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.
Peran Community Officer (CO) sebagai ujung tombak juga dinilai krusial dalam mendampingi nasabah secara langsung melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS). Dalam kegiatan tersebut, nasabah mendapatkan edukasi dan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi usaha ultra mikro.
Selain itu, perseroan terus memperkuat kapasitas internal, termasuk meningkatkan kemampuan CO agar pendampingan semakin efektif. Bank juga menghadirkan program insentif untuk mendorong kedisiplinan nasabah, serta mulai menyiapkan diversifikasi produk bagi nasabah yang berkembang.
Ke depan, BTPN Syariah akan tetap fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan menjaga kualitas pembiayaan di tengah berbagai tantangan ekonomi.


