back to top

Grup Djarum (BELI) Ungkap Rencana Dua Aksi Korporasi

Emitentrust.com – Emiten e-commerce grup Djarum PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli.com bersiap melakukan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement. yang dikombinasikan dengan program kepemilikan saham karyawan (MESOP).

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyampaikan rencana penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya 9,5 miliar saham atau setara 6,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Rencana tersebut terdiri dari dua skema utama, yakni penerbitan saham untuk Program MESOP maksimal 4,5 miliar saham (3,28%) serta penerbitan saham dalam rangka PMTHMETD sebanyak-banyaknya 5 miliar saham (3,64%).

Perseroan menyatakan aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis ke depan. Selain itu, program MESOP diharapkan mampu menyelaraskan kepentingan manajemen dan karyawan dengan pemegang saham dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang.

“Perseroan memandang perlu memperkuat struktur permodalan untuk pengembangan kegiatan usaha serta menangkap peluang bisnis di masa mendatang,” tulis manajemen.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 4 Juni 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Dalam simulasi proforma, Perseroan mengasumsikan harga pelaksanaan PMTHMETD sebesar Rp382 per saham. Dengan asumsi seluruh 5 miliar saham terserap, dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp1,91 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pengembangan produk, kegiatan pemasaran, operasional, serta peningkatan infrastruktur dan teknologi.

Dari sisi struktur keuangan, aksi ini diperkirakan akan meningkatkan kas dan setara kas secara signifikan, serta mendorong total aset dan ekuitas Perseroan. Modal saham diproyeksikan naik Rp1,25 triliun, sementara tambahan modal disetor meningkat Rp660 miliar.

Namun demikian, aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham lama hingga maksimal 6,48%, terdiri dari 3,07% dari MESOP dan 3,41% dari PMTHMETD.

Artikel Terkait

Putra Prajogo Pangestu Angkut Saham TPIA di Harga Rp1.860 per Lembar

Wakil Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Baritono Prajogo Pangestu, yang juga salah satu putra dari konglomerat Prajogo Pangestu kembali menambah kepemilikan sahamnya

WIKA Dapat Restu Restrukturisasi Sejumlah Sukuk dan Obligasi

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperoleh dukungan dari para pemegang obligasi dan sukuk untuk melakukan perubahan sejumlah ketentuan surat utang, termasuk perpanjangan jatuh tempo beberapa seri sukuk serta pemberian hak

PANI Ungkap Private Placement Rp498M Diserap Dua Pihak Non Afiliasi

Emiten properti, milik Aguan dan Salim Grup, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), Penambahan Modal Tanpa Memberikan, Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) Tahap IV, 23 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru