Emitentrust.com – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) pada kuartal I-2026 membukukan rugi bersih sebesar Rp7,24 miliar, melonjak tajam dibandingkan rugi Rp392,47 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya atau membengkak lebih dari 1.700% secara tahunan (yoy).
Dalam laporan keuangan kuartal I-2026 yang diterbitkan Rabu (11/4) disebutkan, pendapatan justru melonjak signifikan menjadi Rp14,05 miliar, naik sekitar 204,8% yoy dari Rp4,61 miliar pada kuartal I-2025, didorong kuat oleh peningkatan pendapatan perantara perdagangan efek.
Laba usaha naik menjadi Rp7,45 miliar, dibandingkan rugi usaha Rp909 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan turun menjadi Rp212,99 miliar per 31 Maret 2026, dari Rp256,54 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya piutang nasabah dan piutang lembaga kliring.
Sementara itu, total liabilitas turun signifikan menjadi Rp47,94 miliar dari Rp98,76 miliar, mencerminkan perbaikan struktur kewajiban. Di sisi lain, ekuitas meningkat menjadi Rp165,05 miliar dari Rp157,77 miliar, ditopang oleh penurunan defisit saldo laba.
Pada laporan arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih Rp8,34 miliar, berbalik dari negatif Rp2,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan perbaikan likuiditas operasional.


