back to top

Dicaplok Saiko, NAYZ Beber Tender Offer Rp75 per Lembar

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi kepada PT Hassana Boga Sejahtera Tbk terkait (NAYZ) rencana pengambilalihan saham oleh Saiko Consultancy Pte. Ltd., dan dinamika kinerja keuangan Perseroan.

Dalam tanggapannya, manajemen menyebut aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Saiko untuk memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan kinerja Perseroan ke depan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi kepada PT Hassana Boga Sejahtera Tbk terkait (NAYZ) rencana pengambilalihan saham oleh Saiko Consultancy Pte. Ltd., dan dinamika kinerja keuangan Perseroan.

Dalam tanggapannya, manajemen menyebut aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Saiko untuk memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan kinerja Perseroan ke depan. Akuisisi ini diharapkan memberi nilai tambah melalui efisiensi operasional, penguatan permodalan, serta pengembangan usaha baru.

Saiko sebagai calon pengendali baru berencana melakukan transformasi bisnis dengan menambahkan lini usaha di sektor telekomunikasi dan teknologi. Langkah ini akan dilakukan melalui integrasi operasional serta inbreng bisnis ke dalam Perseroan guna memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.

Meski demikian, Perseroan menegaskan bahwa hingga proses pengambilalihan rampung dan seluruh perizinan diperoleh, kegiatan operasional tetap berjalan normal tanpa perubahan material.

Dari sisi struktur kepemilikan, Saiko berpotensi menguasai hingga 41,18% saham Perseroan, menggantikan posisi pengendali sebelumnya, yakni PT Asia Intrainvesta (AI). Adapun pengendali akhir Saiko adalah Nusstanakit Sasiarnon dan Sawin Laosethakul.

Sebagai bagian dari proses akuisisi, Saiko juga berkomitmen untuk melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan pasar modal. Harga indikatif tender wajib disebut sekitar Rp75 per saham, mengacu pada rata-rata harga tertinggi dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman negosiasi.

Manajemen juga mengungkapkan bahwa penurunan kinerja keuangan menjadi salah satu latar belakang rencana divestasi oleh AI. Pada 2025, Perseroan mencatat rugi bersih Rp4,29 miliar, berbalik dari laba Rp134,39 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh turunnya penjualan serta kenaikan harga bahan baku di tengah sensitivitas harga produk di pasar.

Ke depan, Perseroan berencana melakukan perubahan lini bisnis secara bertahap, termasuk kemungkinan divestasi usaha lama setelah bisnis baru dari Saiko terintegrasi sepenuhnya. Namun demikian, Perseroan menegaskan tidak ada rencana delisting, go private, maupun likuidasi.

Perseroan dan calon pengendali baru juga memastikan tetap mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat serta menjalankan prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola yang baik.

Sebagai informasi, pada perdagangan hari ini Senin (4/5) turun 2,8 persen ke level Rp69.

Saiko Consultancy Pte Ltd, investor asal Singapura, resmi mencaplok 1,05 miliar saham (41,18%) PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) milik PT Asia Intrainvesta pada 24 April 2026. Akuisisi ini menjadikan Saiko pengendali baru NAYZ dan diwajibkan melaksanakan tender offer, yang diharapkan memperkuat ekspansi bisnis

Artikel Terkait

Grup Sinarmas (BSDE) Bukukan Prapenjualan Rp2,54T di Kuartal I-2026

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE), pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dengan proyek unggulan BSD City, mengawali tahun 2026

Bank Mandiri (BMRI) Jadwalkan Dividen Rp376,95 per Saham, Cum 8 Mei 2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.

Buyback Selesai, RMKE Hanya Serap Saham Rp44,5M

PT RMK Energy Tbk (RMKE) resmi mengakhiri pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru