Emitentrust.com- Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengungkapkan laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE) periode April 2026 dengan sejumlah sorotan penting, mulai dari penurunan free float hingga terbukanya struktur pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) grup pengendali perseroan.
Dalam laporan tersebut, persentase saham free float ADRO tercatat turun menjadi 27,69% dari sebelumnya 28,34%. Jumlah saham free float juga menyusut dari sekitar 8,33 miliar saham menjadi 8,13 miliar saham.
Berdasarkan laporan tersebut, pemegang saham terbesar ADRO masih dipegang oleh PT Adaro Strategic Investments dengan kepemilikan mencapai 47,79% atau sekitar 14,04 miliar saham.
Sementara itu, Komisaris ADRO, Garibaldi Thohir, tercatat menggenggam langsung sekitar 1,97 miliar saham atau setara 6,726% kepemilikan.
Jika digabungkan, PT Adaro Strategic Investments dan Boy Thohir menguasai sekitar 54,52% saham ADRO,
Selain Boy Thohir, nama-nama besar lain juga muncul dalam struktur pengendali dan pemilik manfaat ADRO, seperti Edwin Soeryadjaja dan Christian Ariano Rachmat.
Dalam laporan tersebut, ADRO juga menguraikan struktur ultimate beneficial owner hingga tingkat keluarga pendiri.
Disebutkan bahwa pemegang saham PT Adaro Strategic Capital terdiri dari:
PT Trinugraha Thohir
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk
PT Persada Capital Investama
PT Triputra Investindo Arya
Keluarga yang disebut sebagai pemilik manfaat akhir antara lain keluarga Thohir, keluarga alm. Ir. Subianto, hingga keluarga Theodore Permadi Rachmat. Bahkan nama Erick Thohir ikut disebut sebagai bagian dari keluarga pemilik manfaat PT Trinugraha Thohir.
Meski free float turun, jumlah investor ADRO justru melonjak signifikan. Jumlah SID pemegang saham tercatat naik dari 178.966 investor menjadi 191.037 investor, atau bertambah sekitar 12.071 investor dalam sebulan.
ADRO juga masih menyimpan saham tresuri sebanyak 589,19 juta saham atau sekitar 2,004% dari total saham tercatat.


